ABNnews – Aksi keji dilakukan seorang pria berinisial AD di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). AD diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya yang masih berusia 1,5 tahun.
Tak hanya menyiksa, pelaku bahkan merekam aksi biadabnya tersebut dan menyebarkannya ke media sosial.
“Pelaku merekam dan menyebar videonya ke Facebook. Ibu korban tidak terima setelah melihat video penyiksaan tersebut,” ujar Dantim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, Minggu (8/3/2026).
Peristiwa mengerikan itu terjadi di sebuah indekos di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kendari pada Jumat (6/3) malam. Pihak kepolisian langsung bergerak setelah menerima laporan dari ibu korban, N, sekitar pukul 22.30 Wita.
Leher Dililit Selimut hingga Kesakitan
Berdasarkan rekaman video yang beredar, aksi AD tergolong sangat sadis. Ia memanfaatkan kondisi anaknya yang sedang tertidur pulas untuk melakukan penyiksaan.
Kronologi penyiksaan dalam video:
* Pelaku melilitkan selimut ke leher korban yang sedang tidur.
* Selimut ditarik paksa ke arah atas.
* Pelaku menggunakan kakinya untuk mempererat ikatan selimut tersebut hingga sang balita terlihat sangat kesakitan.
“Rekaman itu membuat N panik dan segera meminta bantuan polisi,” tambah Boy.
Anak Dijadikan Alat Ancam Istri
Ironisnya, penyiksaan terhadap balita tersebut diduga dilakukan AD hanya untuk mengancam istrinya. N mengaku selama ini dirinya kerap menjadi korban KDRT hingga memutuskan untuk kabur ke rumah orang tuanya di Konawe Selatan (Konsel).
“Jadi pengakuan korban (istri) ini sering dianiaya suaminya makanya dia pulang. Anaknya diambil paksa pelaku untuk mengancam istrinya,” ungkap Boy.
Pelaku Kabur, Polisi Lakukan Pengejaran
Saat tim kepolisian tiba di lokasi kejadian, mereka hanya menemukan sang balita dalam kondisi trauma. Sementara itu, AD sudah lebih dulu mencium kedatangan petugas dan melarikan diri dari indekos tersebut.
“Setelah tiba kami langsung mengevakuasi balita tersebut. Pelaku langsung melarikan diri. Kami lakukan pengejaran,” tegasnya.
Saat ini, balita malang tersebut telah diamankan dan mendapatkan perawatan. Polisi mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas.













