banner 728x250

Presiden Prabowo Diminta Mitigasi Dampak Perang AS – Israel vs Iran

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun. (Foto: istimewa)

ABNnews – Gelombang krisis global kian nyata. Sepekan sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, harga energi dan pangan dunia melonjak tajam.

Di Eropa, harga gas melesat hingga 80 persen. Sementara minyak mentah kini berada di kisaran 91–95 USD per barel. Bahkan Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, memperingatkan harga bisa menembus 150 USD per barel jika negara-negara Timur Tengah menetapkan force majeure dan menghentikan produksi dalam beberapa hari ke depan.

Situasi ini, menurutPresiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), Ali Mahsun, berpotensi mengguncang ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

“Ancaman krisis ekonomi nyata di depan mata. Pasokan BBM, gas, dan pangan bisa terganggu, APBN 2026 berisiko jebol, bahkan berpotensi memicu gejolak sosial politik,” tegasnya, Sabtu 7 Maret 2026.

Ali Mahsun menilai mitigasi dampak perang tidak cukup ditangani oleh menteri atau kepala lembaga negara. Ia mendesak agar Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung langkah antisipasi.

“Kondisi ini harus ditangani trengginas. Presiden harus turun tangan. Jika tidak, turbulensi politik bisa menjadi kuda troya yang mengingatkan kita pada krisis 1998,” ujarnya, merujuk pada masa menjelang lengsernya Presiden Soeharto kala itu.

Dengan eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, desakan agar pemerintah Indonesia bersiap menghadapi dampak global semakin menguat.

Bagi Ali Mahsun, kepemimpinan langsung Presiden menjadi kunci agar bangsa tidak terjebak dalam pusaran krisis multidimensi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *