banner 728x250

Menko Airlangga: Indonesia Gak Boleh Cuma Jadi Konsumen, Harus Jadi Pencipta Teknologi!

Menko Airlangga dalam acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

ABNnews – Pemerintah Indonesia tancap gas memperkuat fondasi ekonomi berbasis teknologi tinggi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi pasar atau konsumen teknologi dunia, melainkan harus jadi pemain utama di industri semikonduktor.

Airlangga menyebut, semikonduktor adalah “otak” dari segala kemajuan teknologi modern saat ini. Mulai dari kecerdasan buatan (AI), pusat data (data center), hingga otomotif elektronik.

“Permintaan global terhadap semikonduktor diproyeksikan mencapai USD 1 triliun pada tahun 2030. Indonesia memiliki potensi pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai USD 100 miliar, tapi kita tidak boleh berhenti hanya sebagai konsumen,” ujar Airlangga dalam acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Gandeng Arm Ltd, RI Incar Jalur ‘Fabless Design’

Sebagai langkah nyata, pemerintah melalui Danantara Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan raksasa teknologi asal Inggris, Arm Ltd. Kemitraan ini menjadi “karpet merah” bagi Indonesia untuk masuk ke industri desain chip global.

Nantinya, Indonesia akan fokus pada pendekatan fabless design. Artinya, para insinyur lokal akan merancang desain chip di dalam negeri, sementara produksinya tetap menggunakan fasilitas fabrikasi (pabrik) global.

Ada tiga pilar utama dalam kerja sama ini:
* Akses Teknologi: Membuka akses terhadap intellectual property strategis.

* Cetak 15.000 Insinyur: Target pelatihan besar-besaran bagi talenta lokal dalam ekosistem Arm.

* Special Project 2028: Proyek mercusuar yang ditargetkan jadi tonggak industri teknologi nasional pada 2028/2029.


Airlangga juga memberikan “PR” bagi perguruan tinggi di Indonesia. Kampus didorong untuk segera memperbarui kurikulum dan memperkuat riset di bidang desain chip dan mikroelektronika.

“Universitas harus mendorong lahirnya startup berbasis chip design dan IoT. Riset harus diintegrasikan langsung dengan kebutuhan industri,” tegasnya.

Energi Terbarukan Jadi Kunci

Tak hanya soal hardware, Airlangga mengingatkan bahwa digitalisasi butuh energi besar. Oleh karena itu, pengembangan energi terbarukan harus berjalan beriringan dengan ekonomi digital agar pasokan daya tetap andal dan berkelanjutan.

“Melalui program ini, kita mulai langkah penting untuk memastikan Indonesia ikut membentuk masa depan teknologi global. Kepada para engineers, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan membuat Indonesia mandiri di sektor semikonduktor,” pungkas Airlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *