banner 728x250

Arus Mudik Lebaran 2026: 353 Ribu Kendaraan Diprediksi Menyeberang dari Bakauheni ke Merak

Foto dok PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

ABNnews – Mobilitas masyarakat dari Pulau Sumatera menuju Jawa pada periode Lebaran 2026 diprediksi bakal meledak. Sebanyak 108.952 penumpang pejalan kaki dan 353.901 kendaraan diperkirakan akan memadati Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Merak.

Kenaikan ini cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Pergerakan penumpang diprediksi naik 11,2 persen, sementara volume kendaraan melonjak 10,5 persen. Untuk mengantisipasi “tsunami” pemudik ini, sebanyak 57 unit kapal disiagakan dengan total 2.949 trip selama periode layanan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, menegaskan kesiapan pihaknya mendukung kebijakan regulator demi kelancaran arus.

“ASDP mendukung penuh kebijakan regulator (KSOP/BPTD) melalui koordinasi intensif agar layanan selama Angkutan Lebaran berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Partogi dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Waspada Bentrokan Arus Mudik & Libur Nyepi

Posko Angkutan Lebaran akan berlangsung mulai 13 hingga 31 Maret 2026. Menariknya, periode ini beririsan dengan dua momentum besar:
* Hari Raya Nyepi: 18–19 Maret 2026.

* Idul Fitri 1447 H: 21–22 Maret 2026.


Dinamika arus diperkirakan akan sangat tinggi karena adanya dua hari besar yang berdekatan tersebut.

Aturan Khusus Arus Balik: Truk Besar Dialihkan!

Guna mencegah kemacetan horor pada arus balik, operasional di Pelabuhan Bakauheni akan diatur ketat mulai 23–29 Maret 2026:
* Prioritas Bakauheni: Hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan Golongan I sampai VI A (motor, mobil pribadi, bus sedang).

* Pengalihan Truk: Kendaraan logistik besar (Golongan V B sampai IX) dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju Bojonegara.

* Tiket Logistik: Penjualan tiket untuk truk besar di Bakauheni dihentikan sementara mulai 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB.


Ingat: No Ticket, No Ride!

ASDP kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak datang ke pelabuhan sebelum memegang tiket. Tidak ada lagi penjualan tiket fisik di lokasi pelabuhan (offline).

“Prinsipnya adalah No Ticket, No Ride. Tiket harus sudah dimiliki paling lambat satu hari sebelum keberangkatan (H-1) dan dapat dipesan sejak H-60 melalui aplikasi atau website Ferizy,” tegas Partogi.

Untuk memperlancar operasional, ASDP menyiagakan 786 personel serta memperkuat fasilitas pendukung seperti buffer zone, sistem delaying, hingga layanan kesehatan 24 jam. Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal agar mudik tetap nyaman dan selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *