ABNnews – Pemerintah Indonesia menegaskan rasa optimisnya terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik. Fundamental ekonomi RI terbukti kuat dengan capaian pertumbuhan sebesar 5,39% (yoy) pada Q4-2025, yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu yang tertinggi di barisan G20.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa aktivitas sektor riil masih sangat ekspansif. Hal ini tercermin dari PMI Manufaktur di level 53,8 serta Indeks Keyakinan Konsumen yang menyentuh angka 127.
“Pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini diharapkan bisa lebih tinggi dari kuartal keempat yang lalu karena berbagai program stimulus Pemerintah dan belanja Pemerintah yang terus didorong,” ujar Airlangga dalam CNN Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Kemiskinan dan Pengangguran Turun Drastis
Airlangga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi RI tidak hanya soal angka, tapi juga kualitas. Saat ini, rapor sosial Indonesia berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir:
* Kemiskinan: Turun menjadi 8,25%.
* Pengangguran: Menurun ke level 4,74%.
* Rasio Gini: Membaik ke angka 0,363.
* Investasi: Berhasil menyerap 2,71 juta tenaga kerja baru sepanjang 2025.
Strategi Energi: Diversifikasi Pasokan Minyak ke AS
Merespons eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam jalur distribusi minyak global, Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) sudah menyiapkan langkah antisipatif. Indonesia melakukan diversifikasi sumber pasokan energi, termasuk menjalin kerja sama pengadaan minyak dengan Amerika Serikat.
Meski gejolak dunia menghantui, Airlangga menyebut fiskal RI tetap aman terkendali. Asumsi harga minyak dalam APBN dipatok USD 70 per barel, sementara harga minyak dunia masih berada pada level yang relatif aman.
Banjir Stimulus Jelang Lebaran 2026
Untuk mendongkrak konsumsi domestik di Triwulan I-2026 agar mencapai target 5,5% (yoy), Pemerintah menyiapkan sederet “hadiah” stimulus menjelang Idulfitri, yaitu:
1. Diskon transportasi untuk pemudik.
2. Bantuan pangan bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat.
3. Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR).
Target 2026: Makan Gratis hingga ‘Coretax’
Memasuki tahun 2026, Pemerintah membidik target pertumbuhan 5,4%. Program prioritas nasional menjadi senjata utama, mulai dari Makan Bergizi Gratis, pembangunan 3 juta rumah, hingga pembentukan bullion bank sebagai instrumen investasi baru.
Airlangga juga menyoroti pentingnya implementasi Coretax dalam sistem perpajakan. “Kalau Coretax-nya jalan, dari PPN saja mungkin kita bisa dapet tambahan 2-3%. Jadi kita tetap optimis dengan perbaikan penerimaan, perekonomian akan lebih solid,” pungkasnya.













