banner 728x250

Serangan Zionis Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran adalah Serangan terhadap Palestina dan Dunia Islam

M. Din Syamsuddin, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu. (Foto: dokumentasi pribadi)

ABNNews— Chairman, Global Peace Forum, M. Din Syamsuddin mengatakan, serangan Zionis Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran adalah serangan terhadap Dunia Islam, dan merupakan bagian dari penaklukan Palestina secara menyeluruh.

“Tak terbantahkan bahwa Israel dengan dukungan Amerika Serikat, yang selama bertahun-tahun menguasai Palestina, ingin melumpuhkan Iran yang selama ini paling tampil membela Palestina,” ujar Din.

Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini mengemukakan,
ambisi Zionis Israel untuk menaklukkan Palestina merupakan bagian dari strategi dominasi atas Dunia Islam, khususnya kawasan Dunia Arab, baik atas motif ideologis maupun politis dan ekonomis. Adanya pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Arab/Negara-negara Teluk merupakan bagian dari strategi jangka panjang itu.

Politik Adu Domba

Dalam rangka itu, ujar Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini, Zionis Israel dan Amerika Serikat menerapkan politik adu domba (divide et empera) dengan memainkan isu Sunni-Syiah, dan Arab-Persia. Patut diyakini bahwa Zionis Israel-Amerika Serikat akan memprovokasi Dunia Arab dengan menyerang instalasi strategis yang ada dan menyebarkan isu bahwa Iran adalah pelakunya.

“Begitu pula, buatan Board of Peace merupakan skenario kamuflase yang menguntungkan Israel. Sayangnya Presiden Indonesia terperdaya dengan skenario itu dan tanpa sadar dan di luar nalar berujar Israel harus dijamin keamanannya (padahal Israel yang melakukan genosida atas rakyat Palestina),” ungkap Din.

Menurutnya, seyogyanya Umat Islam Sedunia untuk tidak terprovokasi, dan lebih menggalang soliditas serta solidaritas keislaman. Dia meminta umat Islam jangan terhasut dengan isu yang mempertentangkan antara Sunni dan Syiah. Selain itu, organisasi Kerja sama Islam (OKI) agar aktif dan responsif membela kepentingan Dunia Islam.

Din berpendapat, Indonesia tidak pada posisi untuk mengambil peran penengah, karena kurang memiliki pengaruh politik (political leverage) dan terlanjur dipersepsikan sebagai sekutu Amerika Serikat dan sahabat Israel. Kalau mau menjadi penengah Indonesia harus menekan Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan agresi dan ambisi jahatnya itu.

“Apa gunanya bergabung dalam Board of Peace bikinan Donald Trump kalau tidak berani menegurnya. Kalau ingin ke Iran adalah pikiran dan langkah salah kaprah dan akan dituduh membawa misi Israel dan Amerika Serikat. Bukankah keduanya yang memulai serangan dan mengganggu kedaulatan negara lain?” paparnya.

Nadzar Lendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *