banner 728x250
Dunia  

Timur Tengah ‘Lockdown’ Langit! 1.800 Penerbangan Batal, Bandara Dubai Lumpuh Total

Ilustrasi. Bandara Internasional Al Maktoum Dubai (Foto: CNN)

ABNnews – Serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran memicu kekacauan luar biasa di dunia penerbangan. Wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah ditutup total, menyebabkan ribuan penerbangan batal dan puluhan ribu penumpang terlantar di berbagai bandara dunia.

Melansir Guardian, Senin (2/3/2026), negara-negara seperti Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, hingga Bahrain resmi menutup wilayah udara mereka. Uni Emirat Arab (UEA) pun memberlakukan penutupan sebagian secara mendadak.

Pantauan di situs pelacak Flightradar24 menunjukkan pemandangan mengerikan: langit di kawasan tersebut hampir kosong melompong tanpa aktivitas pesawat komersial.

Bandara Dubai Jadi ‘Kota Mati’

Bandara Internasional Dubai, yang merupakan salah satu hub tersibuk di dunia, terkena dampak paling parah. Sekitar 1.000 penerbangan terpaksa dibatalkan. Maskapai raksasa seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways yang biasanya mengangkut 90.000 orang per hari kini harus gigit jari.

Berdasarkan data perusahaan analisis Cirium, berikut rincian kekacauan jadwal terbang tersebut:
* Sabtu (1/3): Dari 4.218 jadwal mendarat, 966 penerbangan (22,9%) batal. Jika dihitung dengan keberangkatan, total pembatalan tembus 1.800 penerbangan.

* Minggu (2/3): Sebanyak 716 penerbangan dari 4.329 jadwal ke Timur Tengah dipastikan batal.

* Global: FlightAware mencatat lebih dari 18.000 penerbangan tertunda dan 2.350 lainnya batal di seluruh dunia hingga Sabtu malam.


Terbang 15 Jam Lalu Putar Balik

Drama di angkasa juga dialami banyak pilot. Setidaknya 145 pesawat yang tengah menuju Tel Aviv dan Dubai pada Sabtu pagi terpaksa dialihkan (divert) ke kota-kota seperti Athena, Istanbul, hingga Roma.

Bahkan, ada kejadian menyesakkan di mana sebuah pesawat rute Philadelphia (AS) tujuan Spanyol harus menghabiskan waktu 15 jam di udara, hanya untuk berakhir putar balik ke bandara asal karena situasi keamanan yang tidak menentu.

Cerita Penumpang: “Gak Ada yang Tahu Kapan Bisa Terbang”

Ketidakpastian ini dirasakan langsung oleh Jonathan Escott. Ia dan tunangannya yang hendak terbang dari Newcastle, Inggris, menuju Dubai menggunakan Emirates, harus tertahan tanpa kejelasan.

“Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan konflik ini. Bahkan pihak Emirates pun tidak tahu apa-apa. Tidak ada yang bisa memberikan informasi,” keluh Escott dengan nada kecewa.

Hingga saat ini, otoritas penerbangan di masing-masing negara masih terus memantau perkembangan konflik. Para penumpang diimbau untuk terus mengecek status penerbangan secara berkala karena jadwal masih sangat fluktuatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *