ABNnews – Fenomena langit spektakuler bakal menyapa warga Indonesia. Gerhana Bulan Total (GBT) dijadwalkan menghiasi langit Tanah Air pada Selasa, 3 Maret 2026 mendatang. Menariknya, fenomena ‘Blood Moon’ ini terjadi bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini istimewa karena fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam. GBT 3 Maret ini juga merupakan gerhana Bulan total terakhir yang bisa kita saksikan sebelum harus menunggu lama hingga akhir tahun 2028 atau awal 2029.
Mengapa Disebut ‘Blood Moon’?
BMKG menjelaskan bahwa gerhana Bulan terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar. Bulan akan masuk ke dalam umbra (bayangan inti) Bumi. Namun, bukannya hilang, Bulan justru akan terlihat berwarna merah kemerahan.
Warna merah ini muncul karena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Saat cahaya Matahari melewati atmosfer, cahaya biru akan tersebar, sementara cahaya merah dibelokkan menuju permukaan Bulan. Jika langit cerah, warga RI bisa melihat Bulan merah membara dengan mata telanjang.
Jadwal Lengkap Fase Gerhana di Indonesia
Bagi kamu yang ingin mengamati, pastikan catat waktu fasenya sesuai zona waktu masing-masing ya! Berikut rinciannya:
– Gerhana penumbra mulai (P1): 15.42.44 WIB / 16.42.44 WITA / 17.42.44 WIT
– Gerhana sebagian mulai (U1): 16.49.46 WIB / 17.49.46 WITA / 18.49.46 WIT
– Gerhana total mulai (U2): 18.03.56 WIB / 19.03.56 WITA / 20.03.56 WIT
– Puncak gerhana: 18.33.39 WIB / 19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT
– Gerhana total berakhir (U3): 19.03.23 WIB / 20.03.23 WITA / 21.03.23 WIT
– Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17.33 WIB / 21.17.33 WITA / 22.17.33 WIT
– Gerhana penumbra berakhir (P4): 21.24.35 WIB / 22.24.35 WITA / 23.24.35 WIT
Total durasi fenomena ini dari awal hingga akhir mencapai 5 jam 41 menit, dengan fase “merah total” berlangsung selama hampir 60 menit.
Cara Melihat dan Lokasi Pengamatan
Kabar baiknya, gerhana Bulan ini aman dilihat langsung tanpa alat pelindung mata. Kamu bisa mengajak keluarga atau teman untuk nongkrong di teras atau area terbuka lainnya.
“Gerhana ini aman diamati langsung dengan mata telanjang. Namun, penggunaan teropong atau teleskop akan membuat perubahan warna dan fase gerhana terlihat lebih jelas,” tulis keterangan BMKG.
Bagi kamu yang wilayahnya tertutup mendung atau ingin melihat lewat layar ponsel, BMKG menyediakan live streaming resmi di situs https://gerhana.bmkg.go.id/.
Mengingat momen ini jatuh di bulan Ramadan, umat Muslim juga bisa memanfaatkan fenomena ini untuk melaksanakan salat gerhana berjamaah. Jangan sampai kelewatan ya, karena setelah ini kita harus menunggu hampir tiga tahun lagi!













