ABNnews – Aksi kontroversial seorang mahasiswi yang mencoret jilbab personel Polwan saat demonstrasi di Mabes Polri berbuntut panjang. Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum (Petisi Ahli) Indonesia, Pitra Romadoni Nasution, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai perbuatan yang tidak beretika.
Pitra menilai, tindakan membentak petugas hingga melakukan coretan pada atribut keagamaan personel polisi adalah bentuk ekspresi yang salah kaprah.
“Aksi membentak petugas dan mencoret hijab merupakan perbuatan konyol yang tidak mengindahkan etika,” tegas Pitra dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/2/2026).
Sentil Peran Dosen hingga Etika di Bulan Ramadan
Tak hanya menyasar pelaku, Pitra juga melayangkan kritik menohok kepada institusi pendidikan tempat mahasiswa tersebut bernaung. Ia menganggap ada kegagalan dalam menanamkan nilai moral kepada anak didik di kampus.
“Dosen mahasiswa tersebut telah gagal dalam mendidik mereka menjadi orang yang memiliki budi pekerti yang baik dan mulia,” ujarnya.
Pitra juga menyoroti perilaku oknum peserta aksi lainnya yang dianggap tidak menghargai suasana bulan suci. Ia menyebut ada peserta yang kedapatan merokok hingga makan di muka umum saat mayoritas masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa.
Cederai Nilai Toleransi di Objek Vital
Menurut Pitra, perilaku tersebut sangat berbahaya karena tidak hanya mencederai nilai kesantunan, tetapi juga berpotensi memicu provokasi sosial yang luas. Apalagi, aksi tersebut dilakukan di lingkungan Mabes Polri yang merupakan objek vital negara.
“Kebebasan berekspresi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan norma agama, norma sosial, dan etika publik, terlebih pada momentum sakral bulan Ramadan,” tambah Pitra.
Kronologi Berdasarkan Video Viral
Dalam potongan video yang viral di media sosial, terlihat seorang mahasiswi mengenakan jaket kuning mengambil kain penutup kepala (hijab) dari salah satu personel negosiator Polwan.
Bukannya digunakan sebagaimana mestinya, mahasiswi tersebut justru menuliskan kata-kata yang dianggap kurang pantas pada kain putih tersebut. Setelah mencoret, ia tampak berpose mendokumentasikan hasil coretannya sambil memegang kain tersebut ke arah kamera.
Di sisi lain, Pitra memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang tetap bersikap kepala dingin. Meski diprovokasi dengan cara yang tidak pantas, petugas di lapangan dinilai tetap humanis dan tidak reaktif dalam mengawal jalannya aksi.













