ABNnews – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bikin terobosan baru buat pemudik tahun ini. ASDP resmi memberlakukan kebijakan tarif tunggal (single tarif) yang menyamakan harga layanan eksekutif dengan reguler di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Artinya, pemudik golongan pejalan kaki dan kendaraan penumpang bisa menikmati fasilitas tanpa harus pusing memilih harga. Kebijakan ini diambil demi memecah penumpukan trafik di satu titik layanan saja.
“Kebijakan ini berlaku untuk golongan pejalan kaki dan kendaraan penumpang guna mendukung kelancaran distribusi trafik,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, di Serang, Sabtu (28/2/2026).
Simak Jadwal Berlakunya!
Jangan sampai salah tanggal, berikut jadwal penerapan tarif tunggal tersebut:
* Pelabuhan Merak: Mulai 13 Maret (pukul 12.00 WIB) s.d. 20 Maret 2026 (pukul 15.00 WIB).
* Pelabuhan Bakauheni: Mulai 23 Maret (pukul 00.00 WIB) s.d. 29 Maret 2026 (pukul 24.00 WIB).
Heru menjelaskan, nantinya penempatan kapal dan dermaga akan diatur sepenuhnya oleh petugas operasional. Pengguna jasa tidak lagi memilih kapal berdasarkan preferensi “Ekspres” atau “Reguler”, melainkan mengikuti alur jadwal yang sudah ditetapkan demi kelancaran arus mudik.
Isu Tiket Habis? ASDP: Itu Hoaks!
Selain soal tarif, ASDP juga memberikan klarifikasi tegas soal isu miring yang beredar di media sosial. Muncul kabar bahwa tiket penyeberangan untuk periode 18-31 Maret 2026 sudah ludes terjual. Manajemen memastikan berita itu bohong alias hoaks.
Berdasarkan data sistem terbaru, kuota tiket untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 justru masih melimpah, yakni di angka 99,9 persen atau setara dengan 2,42 juta tiket.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini kapasitas masih sangat mencukupi dan terukur melalui sistem digital kami,” tambah Heru.
ASDP meminta masyarakat untuk tidak termakan isu liar dan segera melakukan pemesanan tiket secara mandiri melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy.
Dengan sistem tarif tunggal dan digitalisasi ini, ASDP optimistis mudik di lintasan tersibuk se-Indonesia ini bakal lebih adil, murah, dan nyaman bagi semua.













