banner 728x250

Menhub Wanti-wanti Bos Maskapai: Lebaran 2026 Tak Ada Kompromi Soal Keselamatan!

Foto dok Kemenhub

ABnnews – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan peringatan keras kepada seluruh bos maskapai di tanah air.

Menhub menegaskan bahwa keselamatan penerbangan bukan sekadar urusan administrasi atau pemenuhan regulasi, melainkan prioritas strategis dan mandat negara yang tak bisa ditawar.

Hal itu ditekankan Menhub Dudy dalam gelaran CEO Safety Meeting 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Rabu (25/2). Ia menyebut keselamatan adalah fondasi utama untuk mendukung misi Asta Cita Kabinet Merah Putih.

“Tanpa keselamatan, maka tidak akan ada konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kepercayaan publik. Keselamatan adalah fondasi pembangunan nasional,” ujar Menhub Dudy.

Menhub menyebut industri penerbangan adalah simbol teknologi dan profesionalisme sebuah negara. Jika keselamatan terganggu, reputasi Indonesia di mata dunia, investasi, hingga sektor pariwisata bakal ikut babak belur.

“Keselamatan bukan isu teknis semata, tapi isu strategis yang menyangkut kredibilitas bangsa,” tegasnya.

Menjelang lonjakan penumpang pada Angkutan Lebaran 2026, Menhub meminta maskapai tidak “kendor”. Tekanan operasional yang tinggi saat peak season tidak boleh jadi alasan menurunkan standar keamanan.

“Di titik inilah disiplin keselamatan diuji. Tidak boleh ada kompromi! Ramp check harus dilaksanakan secara konsisten dan tanpa toleransi,” tambahnya.

Sejalan dengan Menhub, Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan bahwa tanggung jawab keselamatan ada di pundak pimpinan tertinggi maskapai, bukan cuma manajer safety.

“Setiap keputusan bisnis dan operasional harus dilandasi pertimbangan keselamatan,” kata Lukman.

Kemenhub akan memperketat pengawasan dengan mengacu pada target Rencana Keselamatan Penerbangan Nasional 2024–2026. Evaluasi ini didasarkan pada indikator Effective Implementation (EI) dari organisasi penerbangan sipil internasional (ICAO).

Dudy meminta para CEO maskapai mengubah pola pikir mereka terhadap inspeksi keselamatan. Ia ingin ramp check dilihat sebagai mekanisme perlindungan bagi perusahaan dan penumpang, bukan sebagai penghambat operasional.

“Saya meminta para CEO untuk tidak melihat ramp check sebagai beban, melainkan sebagai mekanisme perlindungan bersama,” pungkasnya.

Dengan penguatan komitmen ini, pemerintah berharap mobilitas udara selama Lebaran 2026 nanti tetap berlangsung aman, andal, dan minim insiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *