ABNnews – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mulai tancap gas mempersiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2026. Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menjadi sorotan utama karena posisinya yang vital sebagai simpul konektivitas di wilayah barat Indonesia.
Menhub Dudy menemui Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang untuk memastikan arus mudik dan balik di “Bumi Sriwijaya” berjalan lancar. Maklum, mobilitas masyarakat di wilayah ini diprediksi bakal meledak!
“Sumatra Selatan punya posisi strategis sebagai simpul utama pergerakan masyarakat di koridor tengah Pulau Sumatra. Arus masuk dan keluar diproyeksikan meningkat dari arah Lampung dan Jambi,” ujar Menhub Dudy, Rabu (25/2/2026).
Data Kemenhub memproyeksikan pergerakan masyarakat yang berasal dari Sumsel mencapai 3,87 juta orang.
Sementara itu, pemudik yang menuju wilayah Sumsel diperkirakan menembus angka 3,85 juta orang. Jalur Tol Trans Sumatra dan Lintas Sumatra dipastikan bakal padat merayap!
Kendaraan pribadi dan bus akan terkonsentrasi di dua koridor utama. Pertama, Jalan Lintas Timur (Lampung-Palembang-Jambi).
Kedua, Jalan Lintas Tengah (Baturaja-Lahat-Lubuk Linggau). Menhub meminta penguatan manajemen lalu lintas di titik-titik strategis ini.
Kemenhub menyiapkan 401 unit bus mudik gratis dengan total kapasitas 15.834 penumpang ke 34 kota tujuan, termasuk Palembang.
* Titik Kedatangan/Keberangkatan: Terminal Alang-Alang Lebar, Palembang.
* Angkutan Laut: Tersedia kuota 66.082 penumpang ekonomi, termasuk ruas Muntok-Palembang (11 Maret – 5 April 2026).
Sesuai SKB bersama Kementerian PU dan Polri, truk tiga sumbu atau lebih akan dibatasi operasionalnya. Menhub juga mewanti-wanti Pemprov Sumsel soal kemacetan akibat pasar tumpah, lokasi wisata, hingga rawan bencana seperti banjir dan longsor.
Menhub memberikan perhatian khusus bagi pemudik motor yang melintasi jalur arteri. Sebanyak 381 masjid di Sumsel bakal dioptimalkan sebagai tempat istirahat sementara melalui program “Masjid Ramah Pemudik”.
Selain masjid, sejumlah jembatan timbang (UPPKB) juga disulap menjadi rest area dadakan.
Keamanan kereta api juga diperketat. Tercatat ada 196 perlintasan sebidang di Sumsel. Untuk meminimalisir kecelakaan, Kemenhub telah menambah 138 petugas penjaga perlintasan baru.
“Kami tidak ingin ada kompromi soal keselamatan. Makanan aman, perjalanan lancar, dan masyarakat selamat sampai tujuan,” pungkas Menhub Dudy.













