banner 728x250

Saat Aniaya Petugas SPBU Jaktim, Pelaku: Kamu Tahu Tidak Ini Barcode-nya Jenderal?

Mobil Alpard yang hendak mengisi pertalite tetapi barcode berbeda, Senin (23/2/2026).(Kamera pengawas SPBU)

ABNnews – Aksi arogan kembali terjadi di SPBU. Seorang pria yang diduga oknum aparat nekat menganiaya tiga petugas SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

Tak hanya main pukul, pelaku juga sempat melontarkan kata-kata ancaman dengan mencatut nama pejabat tinggi kepolisian.

Kejadian bermula saat pelaku hendak mengisi BBM jenis Pertalite, namun terjadi perdebatan terkait ketidaksesuaian barcode pembelian. Bukannya menyelesaikan masalah secara baik-baik, pelaku justru membentak petugas sambil memamerkan “identitas” pemilik mobil yang dibawanya.

“Dia bilang, ‘kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal?’ Berkali-kali dia ngomong begitu,” ungkap salah satu korban, Lukman Hakim (19), Senin (23/2/2026).

Selain membentak soal barcode jenderal, pelaku juga terekam kamera melontarkan kata “Kapolda” saat memarahi petugas. Hal ini membuat nyali para petugas SPBU menciut karena khawatir pelaku benar-benar aparat yang membawa senjata api (senpi).

“Kita jadi mikir, takutnya dia benar aparat atau bawa senpi. Jadi, kita tidak berani melawan,” kata Lukman.

Aksi brutal pelaku mengakibatkan tiga pegawai SPBU luka-luka. Korban terdiri dari satu staf dan dua operator dengan rincian luka yang cukup parah:
* Ahmad Khoirul Anam (Staf): Kena tamparan di pipi.

* Lukmanul Hakim (Operator): Dipukul di bagian rahang sebelah kanan.

* Abud Mahmudin (Operator): Dipukul di bawah mata dan pipi hingga mengakibatkan giginya copot.


Tak berhenti pada kekerasan fisik, pelaku juga sempat mengambil tas milik operator. Petugas memilih tidak melawan demi menghindari risiko yang lebih besar dan memilih menyerahkan kasus ini ke jalur hukum.

Kasus ini langsung menarik perhatian serius. Pihak Manajemen SPBU telah melaporkan insiden ini ke Polsek Pulo Gadung dan para korban sudah menjalani visum.

Tak hanya itu, tim Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya juga dilaporkan telah mendatangi lokasi untuk mendalami dugaan keterlibatan oknum aparat.

Berdasarkan informasi di lapangan, pelaku turun dari mobil seorang diri, namun diduga ada seorang perempuan dan sopir di dalam kendaraan tersebut. Pemilik SPBU, Ernesta, berharap polisi mengusut tuntas kasus ini agar tidak ada lagi penyalahgunaan jabatan untuk menindas masyarakat kecil.

“Kami sudah laporkan ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU. Pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum,” tegas Ernesta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *