ABNnews – Nasib pilu menimpa Abud Mahmudin (28), operator SPBU 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Niat hati ingin mencari tahu kegaduhan di tempat kerjanya, Abud malah menjadi sasaran amuk pria yang diduga oknum aparat hingga giginya patah.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (22/2) malam itu menyisakan trauma mendalam. Abud menceritakan bagaimana brutalnya pelaku saat melayangkan bogem mentah ke arah wajahnya.
“Gigi saya patah jadi setengah doang, tidak rata. Berdarah karena sarafnya kena pas dihajar bagian pipi,” kata Abud dikutip Antara, Selasa (24/2/2026).
Abud yang sudah empat tahun bekerja sebagai operator mengaku awalnya tidak tahu menahu soal cekcok antara pelaku dan rekannya. Ia mendekat hanya karena mendengar kegaduhan di area depan.
“Saya tidak tahu awalnya gimana. Niatnya cuma mau tahu aja, kayak kepo doang karena ada kerusuhan. Namanya juga di lingkungan kerja,” ujarnya.
Meski tidak ikut campur dalam perdebatan, Abud justru menjadi target kemarahan pelaku. Ia mengaku hanya berdiri melihat situasi tanpa mengucapkan satu kata pun.
“Saya cuma lihat doang, tidak ngomong sama sekali. Tapi malah saya yang ditandain,” ucap Abud.
Pelaku sempat menunjuk-nunjuk ke arahnya sebelum akhirnya melayangkan pukulan.
Pukulan pertama pelaku mengenai bagian mata hingga membuat Abud pusing dan linglung. Tak berhenti di situ, pelaku kembali memukul area pipi dan belakang telinga dengan keras.
“Pertama kena di mata, ditonjok. Saya agak pusing juga. Semakin sakit, apalagi gigi saya sampai patah,” katanya.
Akibat luka serius di bagian mulut, Abud kini harus menahan rasa ngilu yang luar biasa. Bahkan untuk sekadar berbuka puasa, ia merasa sangat tersiksa.
“Susah makan. Buka puasa juga susah. Ngomong aja masih ngilu,” keluh Abud.
Aksi arogan pelaku ternyata menyasar tiga pegawai sekaligus. Selain Abud yang giginya copot, ada Ahmad Khoirul Anam yang ditampar di pipi, serta Lukmanul Hakim yang dipukul di bagian rahang kanan.
Kasus ini kini tengah ditangani serius oleh pihak kepolisian. Pemilik SPBU, Ernesta, menegaskan telah melaporkan insiden ini ke Polsek Pulogadung. Para korban pun sudah menjalani visum di RS Polri Kramat Jati.













