banner 728x250

Bukannya Pakai Produk Lokal, Koperasi Merah Putih Malah Mau Impor Mobil? Ini Faktanya

unit mobil pickup direncanakan akan diimpor dari India untuk digunakan dalam program Koperasi Merah Putih (Istimewa)

ABNnews – Rencana importasi kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menuai protes keras. Asosiasi Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) terang-terangan mengaku kecewa dengan langkah tersebut.

PIKKO menilai, kebijakan mengimpor kendaraan utuh (CBU) di tengah lesunya industri otomotif nasional justru akan memukul ekosistem lokal yang sedang diperjuangkan pemerintah.

Ketua PIKKO, Rosalina Faried, menegaskan bahwa dampak impor kendaraan operasional ini tidak main-main. Saat ini, utilisasi produksi komponen lokal masih berada di angka 60-70%. Jika kran impor dibuka untuk kebutuhan koperasi ini, sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen bakal kena getahnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebenarnya sudah memacu pengembangan kendaraan komersial seperti pick-up di dalam negeri. Bayangkan saja, jika kebutuhan 70.000 unit pick-up dipenuhi produk lokal, dampak ekonomi (backward linkage) yang tercipta bisa mencapai Rp 27 triliun! Angka ini mencakup nilai tambah bagi industri ban, kaca, aki, hingga logam dan plastik.

PIKKO yang beranggotakan 110 IKM manufaktur ini merasa “dilangkahi”. Padahal, selama 13 tahun berdiri, mereka sudah menjadi bagian dari ekosistem OEM (Original Equipment Manufacturer) untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kemampuan industri otomotif dan komponen otomotif dalam negeri sudah sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” tegas Rosalina dalam keterangannya.

Kemenperin sendiri punya catatan manis soal kemampuan lokal lewat Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) yang diluncurkan 2018 lalu. Proyek ini membuktikan sinergi industri besar dengan IKM binaan mampu menciptakan kendaraan niaga perdesaan yang tangguh tanpa harus bergantung pada produk luar negeri.

PIKKO meminta perhatian serius dari Pemerintah melalui Kemenperin untuk membatasi jumlah kendaraan yang diimpor dari India. Mereka berharap pemerintah memberikan kesempatan kepada produsen lokal untuk menjadi pemasok kebutuhan operasional KDKMP.

Langkah strategis seperti peningkatan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) dan penguatan rantai pasok dinilai jauh lebih bermanfaat bagi kemandirian manufaktur nasional ketimbang melakukan impor instan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *