banner 728x250
Opini  

Kritik Keras Kasus Tual, IPW Sebut Brimob Tak Cocok Hadapi Warga: Harusnya Lawan Kombatan

Remaja 14 tahun meninggal dunia setelah dihantam hHelm olehi oknum Brimob di Tual, Maluku. [Instagram]

ABNnews – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, memberikan kritik pedas terkait kasus dugaan penganiayaan pelajar hingga tewas oleh oknum Brimob di Tual, Maluku. Sugeng menilai pasukan Brimob tidak seharusnya dikerahkan untuk berurusan langsung dengan masyarakat sipil.

Menurut Sugeng, Brimob merupakan pasukan pemukul Polri yang memiliki spesialisasi tempur, bukan untuk menangani warga sipil yang mengedepankan dialog.

“Brimob itu tidak cocok untuk dihadapkan dengan warga sipil karena mereka tidak terlatih untuk melakukan dialog. Mereka adalah kekuatan pemukul untuk Polri,” ujar Sugeng kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).

Sugeng menegaskan bahwa kemampuan Brimob semestinya difokuskan untuk menghadapi ancaman bersenjata dengan intensitas tinggi, seperti operasi di wilayah konflik.

“Memang cocoknya untuk operasi-operasi yang melawan kombatan. Seperti di Papua,” tegasnya.

IPW menyoroti bahwa menempatkan Brimob berhadapan dengan warga sipil sama saja dengan menghidupkan kembali budaya militeristik. Hal ini dinilai menyalahi semangat reformasi.

Sugeng menilai pengamanan unjuk rasa sekalipun seharusnya cukup ditangani oleh satuan Pengendalian Massa (Dalmas).

Terkait oknum Bripda MS yang diduga menganiaya pelajar berinisial AT (14) hingga tewas, Sugeng mendesak Polri untuk menjatuhkan hukuman maksimal. Pelaku wajib diproses secara pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa berdarah ini terjadi di sekitar RSUD Maren, Kota Tual. Saat itu, korban AT bersama kakaknya sedang melintas menggunakan sepeda motor. Keduanya masih mengenakan seragam sekolah karena merupakan siswa kelas IX SMP.

Berikut fakta-fakta kejadiannya:
* Diberhentikan Paksa: Saat melintas, kedua korban diduga dihentikan oleh pelaku, Bripda MS.

* Dihantam Helm: Pelaku diduga memukul korban menggunakan helm hingga keduanya terjatuh dari motor.

* Korban Tewas: Akibat penganiayaan itu, AT (14) meninggal dunia dan telah dimakamkan pada Kamis (19/2). Sementara kakaknya masih dalam perawatan medis.


Kini, Bripda MS telah diamankan dan dijebloskan ke Rumah Tahanan Polres Kota Tual untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *