banner 728x250

AS Dapat ‘Karpet Merah’ Investasi Mineral di RI, Bahlil: Tetap Harus JV Sama BUMN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: BMPI/Kris

ABNnews – Indonesia kian memperkuat taringnya di kancah geopolitik global. Pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC, resmi melahirkan kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah kerja sama mineral kritis. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, Indonesia siap memberikan “karpet merah” alias prioritas bagi investor AS untuk masuk ke sektor ini.

“Untuk mineral kritikal, kami telah bersepakat untuk memfasilitasi bagi pengusaha-pengusaha yang ada di AS untuk melakukan investasi. Kita juga akan memberikan prioritas untuk mendukung, memfasilitasi dalam rangka eksekusi,” ujar Bahlil dalam keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2/2026).

Meski memberikan ruang besar bagi AS, Bahlil mewanti-wanti bahwa kebijakan hilirisasi adalah harga mati. Tidak ada kamus membuka kembali keran ekspor bijih mentah. Pengusaha AS wajib membangun fasilitas pemurnian atau smelter jika ingin mengeruk mineral di Indonesia.

“Jadi jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah. Yang dimaksudkan di sini adalah mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa diekspor. Biar clear nih,” tegas Bahlil.

Pemerintah menawarkan dua opsi bagi raksasa-raksasa tambang Negeri Paman Sam:
* Eksplorasi Langsung: Menawarkan langsung kepada perusahaan AS untuk melakukan eksplorasi.

* Joint Venture (JV): Melakukan kemitraan strategis dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia.


Bahlil menyebut pola investasi sukses seperti smelter tembaga Freeport senilai USD 4 miliar akan menjadi acuan. Pemerintah ingin kesuksesan serupa terjadi pada pengembangan mineral kritis lain seperti nikel, emas, hingga logam tanah jarang (rare earth).

Meski menjalin kerja sama erat dengan Trump, Bahlil memastikan Indonesia tetap pada prinsip ekonomi bebas aktif. Indonesia tidak bersifat eksklusif dan tetap membuka pintu bagi negara lain dengan perlakuan yang setara (equity treatment).

“Begitu mereka sudah berproduksi dan membangun smelter atau hilirisasinya, maka hak mereka untuk mengekspor ke Amerika,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *