ABNnews – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Angkasa Pura Indonesia resmi memperkuat kerja sama pengelolaan aset negara. Sebanyak 10 bandara masuk dalam daftar optimalisasi Barang Milik Negara (BMN) demi mendongkrak kualitas layanan penerbangan.
Penandatanganan Akta Penegasan Kembali Perjanjian Sewa dan Kerja Sama Pemanfaatan BMN ini dilakukan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (19/2/2026). Langkah ini disebut sebagai strategi jitu agar aset negara dikelola secara transparan dan akuntabel.
Berikut adalah daftar 10 bandara yang masuk dalam perjanjian tersebut:
1. Skema Sewa BMN (Penyediaan Lahan)
Lima bandara ini masuk dalam akta penegasan kembali untuk perjanjian sewa lahan:
* Bandar Udara Juanda (Surabaya)
* Bandar Udara Sultan Hasanuddin (Makassar)
* Bandar Udara Minangkabau (Padang)
* Bandar Udara Sultan Thaha (Jambi)
* Bandar Udara Depati Amir (Pangkalpinang)
2. Skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) BMN
Lima bandara lainnya masuk dalam skema kerja sama pemanfaatan untuk mengoptimalkan infrastruktur:
* Bandar Udara Sentani (Jayapura)
* Bandar Udara Tjilik Riwut (Palangkaraya)
* Bandar Udara Fatmawati Soekarno (Bengkulu)
* Bandar Udara Radin Inten II (Lampung)
* Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin (Belitung)
Dorong Kualitas Layanan dan Ekonomi Daerah
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa sinergi ini penting untuk memastikan infrastruktur bandara nasional semakin memadai.
“Kami meyakini sinergi yang kuat antara pemerintah dan operator akan memberikan manfaat besar, tidak hanya peningkatan layanan, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Lukman.
Menurutnya, dengan skema ini, pengelolaan bandara diharapkan bisa lebih efektif dan efisien, sehingga masyarakat pengguna jasa transportasi udara bisa merasakan pelayanan yang lebih prima.
Fokus pada Inovasi dan Tata Kelola
Senada dengan Lukman, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, Mohammad Rizal Pahlevi, menekankan bahwa kerja sama ini akan mendorong bandara-bandara tersebut tumbuh ke arah positif.
“Pertumbuhan tidak hanya infrastruktur fisik, tapi juga kualitas layanan, efisiensi operasional, inovasi, serta peran strategis dalam mendukung mobilitas ekonomi masyarakat,” kata Rizal.
Ia memastikan PT Angkasa Pura Indonesia akan menjaga kepercayaan negara dengan mengedepankan tata kelola yang baik dan berorientasi pada nilai tambah jangka panjang.













