ABNnews — Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menargetkan, sebanyak 50 ribu pengunjung selama penyelenggaraan Pekan Perayaan Imlek 2026 Selasa (17/2/2026). Yang berlangsung pada 14 hingga 17 Februari, di Jl. Taman Mini Indonesia Indah,Ceger, Cipayung, DKI Jakarta, Jakarta Timur, (Jaktim).
“Sejak awal kami menargetkan sekitar 50 ribu pengunjung selama Pekan Imlek yang digelar dari tanggal 14 sampai 17 Februari. Hari ini menjadi penutup rangkaian kegiatan,” kata Park Management Group Head TMII, Suherman Asrat di TMII, Jakarta Timur, Selasa (17/2/2026), dilansir dari Antara.
Untuk mencapai target tersebut, manajemen memaksimalkan berbagai program hiburan, Festival Pecinan serta promo khusus bagi masyarakat.
Target tersebut, telah ditetapkan sejak awal, sebagai bagian dari upaya, meningkatkan kunjungan wisata, di momen libur dan perayaan Imlek. “Diperkirakan sudah mencapai 80 persen dari target yang kami tentukan dan ini terus bertambah,” katanya.
Menurut Suherman, momen Imlek menjadi waktu strategis untuk menarik minat masyarakat berwisata, khususnya wisata budaya. Karena itu, pihak pengelola menghadirkan berbagai atraksi bertema Tionghoa yang dikemas dalam Festival Pecinan.
Beragam kegiatan, seperti pertunjukan barongsai dan liong, seni tradisional, bazar UMKM, festival kuliner hingga dekorasi khas Imlek disiapkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Semua acara kami rancang agar pengunjung merasa terhibur dan betah berada di kawasan Taman Mini. Harapannya, ini bisa mendorong minat masyarakat untuk datang dan membantu kami mencapai target,” katanya.
Selain mengandalkan program hiburan, TMII juga memberikan potongan harga tiket bagi pengunjung tertentu. Promo khusus diberikan kepada pengunjung yang lahir di tahun bershio kuda, seperti 1930, 1942, 1978, 2002 dan 2014.
“Kami juga menyiapkan diskon spesial bagi pengunjung bershio kuda. Ini menjadi salah satu strategi kami untuk menarik lebih banyak wisatawan,” kata Suherman.
Promo tersebut, disosialisasikan melalui media sosial dan berbagai kanal promosi lainnya agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Suherman berharap, strategi ini mampu menarik pengunjung yang sebelumnya belum memiliki rencana berlibur ke TMII. Terkait capaian sementara, Suherman menyebutkan bahwa hingga hari terakhir pelaksanaan, jumlah pengunjung masih terus bertambah. Dia optimistis target 50 ribu pengunjung dapat tercapai.
“Sampai saat ini pengunjung masih terus berdatangan. Kami berharap di akhir kegiatan nanti target bisa tercapai,” ujar Suherman.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sejumlah titik utama di kawasan TMII dipadati wisatawan, terutama di area panggung hiburan, pusat kuliner dan zona dekorasi Imlek.
Banyak pengunjung, memanfaatkan suasana tersebut, untuk bersantai dan berfoto bersama keluarga.
Dengan target 50 ribu pengunjung tersebut, manajemen TMII berharap Pekan Imlek 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan festival.
“Mami berharap capaian ini bisa menjadi modal untuk mengembangkan ‘event-event’ besar berikutnya di Taman Mini,” katanya.
Salah satu daya tarik utama Festival Pecinan, yakni pertunjukan seni tradisional, seperti atraksi barongsai yang tampil memukau di hadapan pengunjung.
Selain itu, pengelola juga menghadirkan pertunjukan Wushu (Wushu Dance) yang menampilkan seni bela diri khas Tiongkok, serta pertunjukan Bian Lian yang turut menambah nuansa oriental dalam perayaan tersebut.
Tak hanya menghadirkan hiburan budaya, TMII juga menyiapkan festival kuliner bertema Imlek.
Beragam makanan khas, disajikan kepada pengunjung, mulai dari bakmi, gohyong, hingga aneka hidangan lainnya yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.
Terkait dengan aspek kehalalan makanan, Suherman memastikan bahwa seluruh kuliner yang dijual di kawasan TMII telah melalui proses seleksi dan dipastikan halal.
Nadzar Lendi













