ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sukses membawa industri kerajinan lokal naik kelas. Melalui ajang bergengsi Inacraft 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) baru-baru ini, para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan berhasil mencatatkan transaksi fantastis dan memperluas jaringan pasar global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Inacraft merupakan panggung strategis untuk memacu ekspansi produk Nusantara. Fasilitasi ini adalah bentuk nyata kebanggaan pemerintah terhadap produk dalam negeri.
“Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk memperluas pasarnya. Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan kekayaan serta keberagaman budaya Nusantara,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Laris Manis! Transaksi Tembus Rp 338 Juta
Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) memfasilitasi delapan IKM terpilih dalam satu area khusus (island). Hasilnya pun tak main-main, total penjualan selama pameran mencapai Rp 338,16 juta.
Adapun delapan IKM yang beruntung tersebut adalah:
* Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D’moroy.
Produk yang ditonjolkan pun sangat beragam, mulai dari aksesoris mutiara, tas anyaman serat alam, hingga kerajinan dari limbah kayu yang ramah lingkungan.
Kinerja Ekspor Meroket Tajam
Dirjen IKMA Reni Yanita mengungkapkan, industri kerajinan punya potensi ekspor yang sangat menggiurkan. Berdasarkan data Kemenperin, nilai ekspor kerajinan pada triwulan III-2025 mencapai USD 305,54 juta. Angka ini melonjak tajam dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya USD 173,5 juta.
“Bahan baku lokal yang dipadu seni dan desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Kami mendorong IKM terus berinovasi agar makin menarik di mata konsumen internasional,” kata Reni.
Apresiasi untuk ‘Womenpreneurs’
Tahun ini, Inacraft mengangkat tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs”. Ini adalah bentuk penghargaan atas peran besar perempuan dalam menggerakkan ekonomi kreatif nasional.
Tak hanya sekadar jualan, salah satu IKM binaan Kemenperin, PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara, bahkan sukses memboyong penghargaan bergengsi Inacraft Awards 2026 untuk kategori Natural Fibers.
Program Pembinaan Berlanjut
Budi Setiawan, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, menambahkan bahwa dukungan Kemenperin tak berhenti di pameran saja. Pihaknya menjalankan berbagai program pendampingan mulai dari sertifikasi, standardisasi, hingga kesiapan ekspor agar IKM benar-benar bisa “naik kelas”.
“Kami ingin IKM tidak hanya jago kandang, tapi siap bersaing dan merambah pasar global secara berkelanjutan,” pungkas Budi.













