ABNnews – Kondisi kemanusiaan di Sudan kini memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu PBB, tercatat lebih dari 21 juta orang atau sekitar 45 persen dari total penduduk Sudan kini menghadapi kerawanan pangan akut.
Program Pangan Dunia (WFP) bahkan telah memberikan peringatan keras bahwa saat ini Sudan tengah mengalami krisis kelaparan terbesar di dunia.
“Sudan sedang berada dalam pusaran krisis kelaparan yang sangat hebat,” tulis laporan WFP dikutip Antara, Minggu (15/2/2026).
Persediaan Pangan Habis dalam 2 Bulan
Situasi semakin diperparah dengan menipisnya cadangan bantuan. Pada Januari lalu, WFP melaporkan bahwa persediaan bantuan pangan di Sudan diperkirakan akan habis total dalam dua bulan ke depan. Hal ini dipicu oleh krisis pendanaan yang sangat parah bagi badan bantuan internasional tersebut.
Badan PBB itu menegaskan, tanpa adanya suntikan dana tambahan dalam waktu dekat, jutaan nyawa di Sudan terancam tidak akan mendapatkan bantuan pangan sama sekali dalam beberapa pekan mendatang.
Jatah Makan Dipotong Habis-habisan
Lantaran stok yang makin terbatas, jatah makanan bagi pengungsi dan warga terdampak kini sudah dikurangi hingga ke batas minimum hanya untuk bertahan hidup.
“Jatah makanan sudah dikurangi hingga ke batas minimum untuk bertahan hidup,” tegas pihak WFP.
Dampak Perang Saudara Sejak 2023
Krisis kemanusiaan yang mengerikan ini merupakan imbas langsung dari perang saudara yang pecah sejak April 2023 lalu. Konflik bersenjata tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur nasional, tetapi juga melumpuhkan total sendi-sendi ekonomi negara di Afrika Utara itu.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda konflik akan mereda, sementara jutaan warga sipil terus terjebak dalam ancaman kelaparan dan kehancuran ekonomi yang masif.













