ABNnews – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung perhelatan Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Dalam forum ini, terungkap betapa “dahsyatnya” dampak ekonomi dari program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memaparkan bahwa program MBG telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat dengan belanja harian menyentuh Rp 900 miliar. Hasil kajian BPS menunjukkan efek pengganda (multiplier effect) yang tidak main-main.
“Serapan anggaran Rp 43,28 triliun menghasilkan dampak ekonomi Rp 294,08 triliun. Ada pengganda 1 banding 7,” jelas Dadan. Dana yang turun langsung ke bawah ini menggerakkan konsumsi rumah tangga, investasi alat produksi, hingga belanja pemerintah secara simultan.
Prabowo: Indonesia Bukan Lagi Raksasa Tidur
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan visi “Indonesia Incorporated”. Ia ingin seluruh elemen ekonomi, dari yang besar hingga yang kecil, bersatu untuk bangkit.
“Kita bukan hanya raksasa yang tertidur, kita harus bangkit menjadi raksasa yang berdiri tegak, membangun kehidupan yang lebih baik, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya,” tegas Prabowo.
Ekonomi RI Tumbuh 5,11%, Salip Global!
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Pada 2025, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11%, dengan kuartal keempat mencapai 5,39%.
“Ini tertinggi kedua di G20 setelah India, sementara pertumbuhan global masih stagnan di sekitar 3%,” kata Airlangga. Angka kemiskinan pun dilaporkan turun menjadi 8,25% dengan serapan tenaga kerja mencapai 2,71 juta orang.
Menkeu Siap ‘Jor-joran’ Rp 809 Triliun di Kuartal I
Optimisme juga datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia memastikan APBN 2026 akan ekspansif untuk menjaga momentum pertumbuhan. Tak tanggung-tanggung, belanja negara kuartal I-2026 ditargetkan mencapai Rp 809 triliun.
“Kami keluarkan semua belanja yang mungkin di kuartal pertama. Kita akan ekspansi sampai 2033, jadi tidak usah takut, prospek kita sangat baik,” ujar Purbaya.
Gebrakan Danantara: Proyek Rp 400 Triliun hingga Kampung Haji
Di luar APBN, Danantara juga tancap gas lewat proyek hilirisasi lintas sektor dengan total investasi mencapai USD 26 miliar atau sekitar Rp 405 triliun. Gebrakan Danantara di tahun 2026 meliputi:
* Fasilitas Waste to Energy di 33 kota.
* Pembangunan fasilitas kampung haji di Mekkah.
* Pengembangan industri kreatif dan film skala internasional.
Airlangga Hartarto menutup dengan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan memastikan seluruh komponen ekonomi bekerja sama.
“Agar Indonesia bisa lepas landas dan terbang di ketinggian maksimal,” pungkasnya.













