banner 728x250

Ngeri! Kapolri Sebut Paham Neo-Nazi Mulai Incar Anak di Bawah Umur, Orang Tua Wajib Simak!

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto dok Polri)

ABNnews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan peringatan serius terkait munculnya paham radikal baru di Indonesia. Jenderal Sigit menyebut kelompok seperti Neo-Nazi hingga White Supremacy kini mulai mengincar anak-anak di bawah umur sebagai target penyebaran paham mereka.

Temuan ini didapatkan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Paham-paham ini secara garis besar memandang ras tertentu lebih unggul dibandingkan ras lainnya.

“Beberapa waktu yang lalu Densus mendapatkan temuan bahwa ada paham radikal baru namanya Natural Selection, Neo-Nazi, dan White Supremacy yang targetnya adalah anak-anak di bawah umur,” ujar Jenderal Sigit saat membuka retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Kamis (12/2/2026).

Pesan Kapolri: Cek Perilaku Anak!

Jenderal Sigit berpesan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih peka terhadap kondisi keluarga terdekat. Ia meminta orang tua waspada jika melihat perubahan perilaku pada anak yang menjurus pada sikap tertutup.

“Jadi tolong ini saya titipkan kepada kita yang tentunya juga di samping ada yang bujangan, saya yakin juga ada yang sudah punya keluarga,” ucap Kapolri.

“Tolong dicek ketika anak kita kemudian mulai ada perilaku yang mencurigakan, banyak menyendiri, kurang berkomunikasi dengan keluarga, tolong itu digali, diajak komunikasi,” tambahnya.

Darurat Narkoba: 4 Juta Orang Jadi Pecandu

Selain isu radikalisme, Jenderal Sigit juga menyoroti ancaman narkoba yang masih menghantui Indonesia. Berdasarkan data Polri, jumlah pecandu narkoba di tanah air saat ini diperkirakan mencapai 4 juta orang.

Kapolri memaparkan modus operandi pengedaran narkoba kini semakin beragam dan sulit dideteksi, antara lain:
* Pengiriman via paket: Menggunakan jasa kurir reguler.

* Kurir Wanita: Memanfaatkan wanita untuk mengelabui petugas.

* Tempat Sensitif: Barang haram disembunyikan di area tubuh atau tempat yang menyulitkan pemeriksaan.


“Ini tentunya PR kita. Modus-modusnya saat ini terus ada… dan ini tentunya menyulitkan pemeriksaan,” pungkasnya.

Transformasi Kampung Narkoba

Untuk memerangi hal ini, Polri terus bergerak melakukan langkah preventif dengan mengubah citra kawasan rawan melalui program Kampung Bebas Narkoba. Hingga saat ini, sudah ada 148 kampung yang ditransformasi.

Kapolri pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian.

“Harapan saya, kita semua juga bisa ikut dalam kegiatan ini sehingga kemudian kita bisa menyelamatkan generasi-generasi muda kita,” imbuh Sigit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *