ABNnews — Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyindir Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa soal sumber dana revitalisasi galangan kapal di Tanah Air.
Wahyu Trenggono meminta Purbaya untuk lebih memahami dan cerdas terkait dana pembangunan kapal saat ini berasal dari pinjaman luar negeri.
“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda faham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK (Inggris),” tulis Menteri KKP, dalam akun Instagram miliknya Selasa.
Ia juga menyinggung soal anggaran pembangunan kapal yang disebut sudah cair. Wahyu Trenggono meminta Purbaya untuk menanyakan sumber pendanaan tersebut kepada anak buahnya di Kementerian.
“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, bener enggak itu uang kapal sudah dikucurkan?” katanya.
Postingan Wahyu Trrnggono tersebut merujuk pada pernyataan Purbaya dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (10/02).
Dia mendapat jawaban dari pengusaha galangan yang hadir bahwa mereka belum mendapat pesanan galangan kapal dari KKP.
“Berapa dari Anda yang sudah menerima order dari KKP? (Belum jawab audiens). Kan Aneh, enggak masuk akal, uangnya gue keluarin. Ini mungkin kalian kurang aktif atau gimana nih? Kenapa KKP belum ada order ke sana?” kata Purbaya dalam acara tersebut.
Saat itu, Menkeu menekankan pentingnya memperkuat industri galangan kapal nasional. Tujuannya, untuk bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri sejalan dengan kebutuhan peremajaan armada kapal nasional yang terus meningkat.
Purbaya mengungkapkan, berdasarkan arahan Presiden terdapat sekitar 2.491 kapal berusia lebih dari 25 tahun yang perlu segera diganti. Kemudian, presiden mempertanyakan berapa yang harus diganti oleh domestik?
“Kalau saya melihat kondisi galangan kapal domestik mungkin seperseratusnya, mungkin lebih sedikit lagi. Alasannya harganya mahal, bahan bakunya mahal, dipajakin, kan kalau gitu bisa datangi saya, kalau perlu saya subsidi,” jelas Purbaya.
Purbaya menekankan subsidi akan diberikan jika memang diperlukan, selama tidak melakukan pembelian kapal dari luar negeri. “Asalkan dia (KKP) jangan beli kapal luar negeri lagi, kalau beli kapal luar negeri lagi, rugi saya,” tambah Purbaya.
Purbaya bahkan membuka peluang pemberian dukungan hingga subsidi apabila diperlukan, demi memastikan industri galangan kapal nasional dapat berkembang dan bersaing.













