ABNnews — Warga di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, digegerkan dengan penampakan seorang pria diduga memanggul mayat pada Sabtu (07/02) petang sekitar pukul 18.58 WIB.
Pria itu mengenakan baju kaus lengan panjang berwarna hitam, celana jins sobek serta sepatu berwarna hitam, tanpa sama sekali menutup wajahnya. Ia berjalan di antara rumah-rumah warga sambil memanggul sesuatu yang terbungkus karung berwarna putih.
Isi karung itu diduga oleh orang yang merekam kamera pengawas (CCTV) sebagai mayat. “Ini kepalanya nih. Diduga membawa mayat, entah orang mana dan ini kakinya tuh,” kata suara dalam video mengidentifikasi bentuk dalam karung yang dipanggul oleh pria itu.
Meskipun berjalan dalam Gang 2 Kampung Krendang Selatan dengan warga yang masih beraktivitas, pria yang diduga membawa mayat itu tidak sedikit pun dicurigai.
Awalnya ia berjalan lurus menuju arah CCTV. Kemudian ia berbelok ke kanan, lalu berbalik ke arah kiri hingga hilang dari pantauan CCTV.
Polisi turun tangan usai video tersebut ramai diperbincangkan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung kepada wartawan, Minggu (08/02) mengatakan, dari hasil penyelidikan polisi memastikan yang dibawa pria tersebut bukan mayat, melainkan seekor biawak.
“Iya benar, pria tersebut membawa biawak. Anggota kami sudah langsung cek ke lokasi. Sudah dipastikan memang biawak yang dibawa oleh pria tersebut. Sudah dicocokkan juga rekaman CCTV dengan dengan pria itu dan juga bajunya yang dipakai. Semuanya benar,” kata AKBP Arfan.
Ia memastikan biawak yang dibawa pria itu masih hidup dan akan dipelihara. Lalu alasan dia jalan kaki karena tidak punya ongkos untuk membayar transportasi.
“Iya, biawaknya itu masih hidup. Karena nggak ada duit, dia jalan kaki (bawa biawaknya). Jadi mampir-mampir di rawa-rawa itu,” jelas dia.
Arfan menerangkan, panjang biawak itu sekitar 1,7 meter. Biawak yang dibawa pria itu dari Petojo. “Iya, biawaknya masih hidup, dibawa dari Petojo. Lalu dengar viral itu, tadi malam. Paginya sudah kita langsung ke kontrakannya,” kata Arfan.
“Kita telusuri CCTV yang tadi saya telepon itu, siang tadi baru dapat kontrakannya. Jadi dia jalan kaki dari Petojo ke kontrakannya di daerah Tambora,” jelasnya.













