ABNnews – Aktivitas ekonomi di wilayah barat Jawa alias “jalur kulon” makin menggeliat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan mobilitas masyarakat yang luar biasa, terutama yang mengandalkan kereta api sebagai urat nadi harian menuju Jabodetabek.
Salah satu bukti nyata adalah moncernya performa Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang. Baru beroperasi sejak 28 Januari hingga 5 Februari 2026, stasiun baru ini sudah melayani 7.936 pengguna gate in dan 8.206 pengguna gate out.
“Capaian ini mencerminkan kebutuhan akses transportasi rel yang semakin dekat dengan kawasan permukiman dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat,” ungkap Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Sabtu (7/2/2026).
Penumpang Rangkasbitung-Tanah Abang Tembus 77 Juta
Tren “ngaspal” di atas rel ini memang bukan isapan jempol. Data KAI menunjukkan lonjakan penumpang Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir:
* 2022: 43,3 juta pengguna
* 2023: 62,0 juta pengguna
* 2024: 69,9 juta pengguna
* 2025: 77,5 juta pengguna
Anne Purba menjelaskan bahwa pengembangan layanan ini dilakukan secara bertahap dengan melihat kesiapan infrastruktur. Sejak 2017, elektrifikasi jalur kulon sepanjang ±72,8 km telah memperkuat kapasitas angkut dari Tanah Abang hingga Rangkasbitung.
Ada Kereta Khusus Petani dan Pedagang
Tak hanya pekerja kantoran, KAI juga melirik sektor ekonomi lokal. Sejak 1 Desember 2025, KAI Commuter mengoperasikan kereta khusus petani dan pedagang lintas Merak–Rangkasbitung.
Cukup dengan tarif Rp 3.000, para petani dan pedagang bisa membawa hasil bumi mereka dengan lebih teratur. Hingga Januari 2026, layanan ini sudah dinikmati 8.650 pelanggan, dengan Stasiun Cikeusal sebagai titik tersibuk.
“Layanan ini mendukung mobilitas dan distribusi hasil produksi masyarakat secara lebih teratur,” tambah Anne.
Frekuensi Perjalanan Terus Ditambah
Untuk mengimbangi tingginya permintaan, KAI konsisten menambah jadwal perjalanan. Pada Tangerang Line misalnya, jika di tahun 2015 hanya ada 90 perjalanan per hari, di tahun 2025 angkanya melompat menjadi 122 perjalanan per hari.
Ke depan, KAI berkomitmen terus berkoordinasi dengan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub untuk memperkuat konektivitas di wilayah barat Jawa. Fokusnya jelas: menjaga keseimbangan antara kebutuhan mobilitas yang tinggi dengan kenyamanan dan keamanan penumpang.













