ABNnews – Tabir gelap praktik perdagangan anak lintas pulau akhirnya terbongkar. Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat yang mengirim anak-anak dari Jakarta ke kawasan pedalaman Sumatera. Dalam operasi ini, empat orang bocah berhasil diselamatkan dari tangan pelaku.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengonfirmasi bahwa keempat anak tersebut telah dievakuasi kembali ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan medis dan psikologis.
“Kami sudah melakukan pengecekan kesehatan terhadap anak-anak yang diselamatkan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Dit TPPO, dan PPA Polda Metro Jaya beserta Polda setempat,” ujar Iman kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Kondisi Korban Membaik
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Iman memastikan kondisi fisik keempat bocah tersebut dalam keadaan sehat. Saat ini, para korban berada di bawah perlindungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk pemulihan trauma.
“Alhamdulillah kondisi fisik cukup sehat. Untuk kesehatan psikologis juga kami terus lakukan pemantauan. Perkembangan saat ini sudah jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya,” tambahnya.
Modus Keji Ibu Kandung: Pamit Ajak Main
Kasus memilukan ini mulai terendus setelah polisi menangkap seorang wanita berinisial IJ pada Oktober tahun lalu. Mirisnya, IJ merupakan ibu kandung dari salah satu korban berinisial RZ.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Sipayung membeberkan kronologi awal. Tersangka IJ awalnya mendatangi rumah tante korban (saksi CN) dan nenek korban (saksi RS) untuk menjemput RZ.
“Tersangka IJ menjemput korban dengan dalih ingin mengajak anaknya, RZ, pergi bermain,” kata Arfan, Jumat (6/2).
Curiga ‘OKB’ Mendadak
Namun, hingga Jumat, 21 November 2025, RZ tak kunjung dipulangkan. Kecurigaan keluarga memuncak saat saksi AH memberi tahu tante korban bahwa IJ tiba-tiba memiliki banyak uang dalam jumlah yang tidak wajar.
Mendengar hal itu, saksi CN langsung memburu IJ. Saat ditemukan, IJ sedang bersama tersangka lain berinisial N. Ketika ditanya soal keberadaan RZ, IJ sempat berbohong dan menyebut anaknya berada di Medan.
Ngaku Jual Anak di Kantor Polisi
Tak percaya begitu saja, pihak keluarga langsung menyeret IJ dan N ke Polsek Tamansari. Di hadapan petugas, IJ akhirnya tidak bisa berkelit lagi dan melontarkan pengakuan yang bikin elus dada.
“Sesampainya di kantor polisi, tersangka IJ mengaku telah menjual anak kandungnya sendiri, RZ, kepada tersangka lain berinisial WN,” pungkas Arfan.
Nyanyian IJ inilah yang kemudian menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk membongkar jaringan yang lebih besar dan menyelamatkan tiga anak lainnya yang dikirim ke pedalaman Sumatera.













