banner 728x250

Investasi Hijau Tembus Rp 344 Triliun! Airlangga Bongkar Progres ‘Uang Jumbo’ JETP buat RI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (TEH) Airlangga Hartarto dalam Seremoni Pencapaian Proyek Just Energy Transition Partnership (JETP) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/02).

ABNnews – Pemerintah terus memacu transisi energi demi mencapai target ekonomi hijau. Dalam acara Seremoni Pencapaian Proyek Just Energy Transition Partnership (JETP) 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memamerkan progres nyata dari komitmen pendanaan internasional yang nilainya fantastis.

Airlangga menyebut, komitmen pendanaan JETP untuk Indonesia kini mencapai USD 21,8 miliar atau setara Rp 344 triliun (asumsi kurs Rp 15.800). Dari total tersebut, dana yang sudah direalisasikan hingga Januari 2026 mencapai USD 3,4 miliar.

“Hal ini mencerminkan kemajuan nyata dari komitmen yang telah disepakati bersama mitra internasional,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Gandeng Jerman Garap Sulawesi

Dua program strategis hasil kolaborasi RI dan Jerman resmi diperkenalkan, yakni Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF).

Khusus untuk Sulawesi, program GECS bakal jadi “urat nadi” listrik hijau. Proyek ini fokus pada infrastruktur transmisi untuk mendukung integrasi energi terbarukan skala besar. Program ini mengantongi pinjaman senilai EUR 300 juta lewat kerja sama PT PLN (Persero) dan KfW Development Bank.

Mengapa Sulawesi? Airlangga menjelaskan wilayah tersebut tengah tumbuh pesat sebagai pusat industri mineral, smelter nikel, hingga ekosistem kendaraan listrik. “Sulawesi tengah berkembang sebagai pusat pertumbuhan utama industri,” katanya.

Perkuat Pasar Obligasi Hijau

Tak hanya soal infrastruktur fisik, pemerintah juga memperkuat ekosistem pembiayaan lewat GBDF. Program ini berbasis hibah hasil kemitraan KfW Development Bank dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Tujuannya jelas: memperkuat pasar obligasi hijau (green bond) dan berkelanjutan di Indonesia agar kualitas serta kredibilitas penerbitan investasi hijau makin diakui dunia.

Arahan Presiden Prabowo

Airlangga menegaskan bahwa percepatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan pendanaan JETP dimanfaatkan seoptimal mungkin guna mengejar target Net Zero Emission (NZE) paling lambat tahun 2060.

Ketua Pengarah Satgas Transisi Energi ini pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Jerman dan Jepang sebagai pemimpin International Partners Group (IPG) yang terus mengawal kredibilitas proyek ini.

“Semoga kerja sama ini terus menghasilkan proyek nyata yang memperkuat sistem energi Indonesia dan memobilisasi investasi hijau,” pungkas Airlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *