banner 728x250

Kasus Bunuh Diri Siswa SD, DPR Sebut Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Rocky Gerung: Tamparan Keras Bagi Negara

Foto: Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Istimewa)

ABNNews –Siswa kelas IV SD YBS (10) di Ngada, NTT mengakhiri hidupnya karena tak bisa membeli buku dan pena sebesar Rp10.000. Peristiwa ini dinilai tamparan keras bagi negara dan menunjukkan potret kemiskinan di negeri ini.

Pengamat politik Rocky Gerung mengemukakan, kematian seorang siswa karena alasan alat tulis itu tamparan keras bagi negara. “Ada yang enggak beres dengan republik ini jika seorang anak harus kehilangan nyawa hanya karena tidak mampu membeli buku dan pena.

“Ini adalah kegagalan dalam mendistribusikan keadilan sosial,” ujar Rocky melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (3/2/2026).

Sementara itu, anggota DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyebut tragedi ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan potret nyata kemiskinan struktural.

Hal itu karena kegagapan negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan dan kehidupan yang layak. Ketika buku pelajaran kebutuhan paling elementer dalam pendidikan menjadi penghalang hidup, maka persoalan yang dihadapi bangsa ini adalah kemiskinan struktural yang belum terselesaikan.

“Saya menegaskan bahwa kemiskinan tidak hanya soal keterbatasan ekonomi, tetapi juga soal runtuhnya martabat, kesehatan mental, dan perlindungan sosial, terutama bagi perempuan dan anak,” ujar Selly, Rabu (4/2/2026).

Terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayati mengatakan peristiwa anak SD tersebut, menjadi peringatan serius bagi negara. Sebab, ada anak SD yang hilang nyawa, karena kesulitan ekonomi.

“Seorang anak SD kehilangan nyawa, bukan karena perang atau bencana, melainkan ketidakmampuan beli alat tulis,” katanya dikutip dari JPNN, Kamis (5/2).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa kasus ini telah menjadi atensi serius bagi pemerintah. Menurut dia perlunya sinergi lintas kementerian untuk memetakan keluarga rentan.

“Kemensos berkomitmen untuk melakukan intervensi sosial bagi keluarga korban dan lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa,” ujar Saifullah

Atensi Prabowo

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap insiden tragis siswa SD yang mengakhiri hidupnya di NTT, sekaligus menyatakan kejadian tersebut telah menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

“Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam, dan kami telah berkoordinasi dengan jajaran terkait, karena bagi kami, bagi kita semua, ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi,” kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (4/2) malam.

Oleh karena itulah, katanya dilansir Antara, Presiden menaruh atensi, dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal semacam ini dapat kita antisipasi.

Nadzar Lendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *