ABNnews – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat untuk ekstra waspada saat membeli obat-obatan. Pasalnya, peredaran obat palsu masih marak ditemukan di pasaran. Tak main-main, BPOM mengidentifikasi ada delapan jenis obat yang paling sering dipalsukan oleh oknum nakal.
Obat-obat yang dipalsukan ini bukanlah produk sembarangan. Mayoritas adalah obat dengan permintaan tinggi, obat untuk penyakit kronis, hingga obat yang memiliki potensi ketergantungan. Pelaku kejahatan sengaja memalsukan produk ini untuk dijual dengan harga miring di jalur tidak resmi.
“Sadari bahaya obat palsu. Jangan tergiur harga murah, karena risikonya bisa mengancam nyawa,” tegas BPOM dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).
Daftar 8 Obat yang Sering Dipalsukan
Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, berikut daftar obat yang paling sering ditemukan versi palsunya:
1. Viagra
2. Cialis
3. Ventolin Inhaler
4. Dermovate Krim
5. Dermovate Salep
6. Ponstan
7. Tramadol Hydrochloride
8. Hexymer / Trihexyphenidyl Hydrochloride
Khusus untuk Trihexyphenidyl (Hexymer), obat ini sebenarnya diperuntukkan bagi pasien gangguan gerak seperti Parkinson. Namun, karena efek sampingnya yang bisa menimbulkan sensasi tertentu, obat ini sering menjadi target pemalsuan dan penyalahgunaan.
Risiko Fatal: Dari Gagal Berobat hingga Kematian
BPOM mewanti-wanti bahwa menggunakan obat palsu sangatlah berbahaya. Kandungannya tidak bisa dipertanggungjawabkan; bisa jadi tanpa zat aktif, salah dosis, atau mengandung zat berbahaya lainnya. Pasien yang nekat mengonsumsi obat palsu bisa mengalami:
* Keracunan.
* Kegagalan pengobatan.
* Resistensi obat.
* Efek samping berat.
* Kematian.
Tips Hindari Obat Palsu ala BPOM
Kebiasaan membeli obat secara daring melalui jalur tidak resmi menjadi salah satu pemicu suburnya peredaran obat palsu. Agar tidak menjadi korban, BPOM mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan berikut:
* Beli di Jalur Resmi: Pastikan membeli obat hanya di apotek atau toko obat berizin.
* Cek PSEF: Jika membeli online, pastikan melalui Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang mengantongi izin.
* Cek KLIK: Selalu periksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Tanggal Kedaluwarsa.
* Gunakan BPOM Mobile: Manfaatkan aplikasi resmi BPOM untuk mengecek keaslian produk lewat smartphone.
Ingat, harga murah bukan jaminan keamanan. Kesadaran masyarakat adalah kunci utama untuk memutus rantai peredaran obat palsu yang mengancam kesehatan nasional.













