banner 728x250

Gila-gilaan! BRI Salurkan KUR Rp 178 Triliun Sepanjang 2025, Siapa Saja yang Dapat?

Foto dok BRI

ABNnews – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mencatatkan rapor hijau dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang tahun 2025, bank plat merah ini sukses menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur di seluruh penjuru Indonesia.

Langkah masif ini disebut sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat ekonomi rakyat. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan komitmen BRI dalam menyokong sektor-sektor produktif.

“BRI terus berupaya mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Akhmad dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Sektor Pertanian Jadi Primadona

Menariknya, mayoritas modal terbang ke sektor produksi. Data menunjukkan sebesar 64,49% dari total KUR BRI mengalir ke bidang pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga jasa.

Sektor pertanian menjadi juara dengan kucuran dana mencapai Rp 80,09 triliun atau setara 44,97% dari keseluruhan penyaluran. Akhmad menyebut, BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga melakukan pendampingan agar kapasitas usaha UMKM semakin kuat.

“Sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Jangkauan Makin Luas: 18 dari 100 Rumah Tangga Akses KUR

Penetrasi KUR BRI ke masyarakat juga semakin dalam. Hingga Desember 2025, tercatat sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia telah memanfaatkan fasilitas KUR BRI. Angka ini terus menanjak dibanding tahun 2023 (15 rumah tangga) dan 2024 (17 rumah tangga).

Secara kumulatif, sejak tahun 2015 hingga akhir 2025, BRI telah menggelontorkan dana jumbo sebesar Rp 1.435 triliun kepada 46,4 juta penerima manfaat.

Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Meski penyaluran sangat masif, BRI memastikan prinsip kehati-hatian (prudent) tetap jadi prioritas. Hal ini mengingat dana KUR sepenuhnya bersumber dari dana masyarakat yang dihimpun perbankan.

“Penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku. Kualitas kredit harus terjaga dengan baik karena ini menggunakan dana perbankan,” pungkas Akhmad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *