banner 728x250

Siap-siap! Pemerintah Buka Peluang Kerja Gig Economy di 15 Kota, Bandung Jadi Lokasi Strategis

Foto dok Gig Economy, Generasi Muda, Pertumbuhan Ekonomi Digital, Kemenko Perekonomian

ABNnews – Pemerintah resmi tancap gas memperkuat strategi transformasi ekonomi nasional lewat jalur digital. Kabar gembira bagi para pencari kerja fleksibel, pemerintah kini resmi meluncurkan Program Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan AI Open Innovation Challenge di Bandung, Jawa Barat.

Program ini merupakan mandat langsung dari Presiden RI yang dijalankan oleh jajaran Kemenko Perekonomian. Tujuannya jelas: memperluas lapangan kerja di 15 kota yang telah ditetapkan di seluruh Indonesia.

“Launching Gig Economy merupakan program dari Bapak Presiden yang dilaksanakan oleh Bapak Menko Perekonomian. Kami menyiapkan program ini untuk perluasan kesempatan kerja di kota-kota yang sudah ditetapkan di 15 kota,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, Jumat (30/1/2026).

Bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi 2025

Program ini bukan sekadar pelatihan musiman. Fokus pada ekosistem gig economy—pola kerja berbasis proyek atau freelance—ini masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) 2025 yang mencakup program akselerasi hingga penyerapan tenaga kerja hingga 2026.

Pemerintah melihat potensi besar karena ekonomi digital Indonesia diperkirakan bakal menyentuh angka hampir USD 100 miliar pada akhir 2025. Tren e-commerce dan platform digital telah mengubah cara kerja menjadi lebih fleksibel.

Mengapa Bandung Jadi Lokasi Strategis?

Setelah sukses menggelar pilot project di Jakarta Creative Hub pada Desember 2025 lalu, kini giliran Jawa Barat yang menjadi panggung utama. Jabar dinilai punya ekosistem pendidikan dan kreativitas yang paling “moncer” di Indonesia.

Berdasarkan data, kontribusi ekonomi kreatif Jawa Barat mencapai 20,73% terhadap PDB ekonomi kreatif nasional, atau setara dengan Rp 310 triliun. Tak main-main, sektor ini telah menyerap lebih dari 6,24 juta tenaga kerja kreatif di Bumi Pasundan.

Pemerintah merancang program ini secara end-to-end. Artinya, peserta tak cuma dilatih (skilling), tapi juga diberikan akses ruang kolaborasi (co-working) hingga pasar kerja lewat marketplace digital.

Cetak Gen Z Jadi Developer Global

Lewat ajang AI Open Innovation Challenge, anak muda ditantang menghadirkan solusi konkret berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini merupakan fondasi bagi Indonesia untuk bersaing di level ASEAN melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang menargetkan nilai ekonomi digital USD 2 triliun pada 2030.

“Diharapkan dengan Gig Economy ini para generasi muda dapat lebih produktif di era digital. Kita harapkan generasi muda menjadi developer, membuat solusi bagi perusahaan nasional maupun global,” pungkas Deputi Ali.

Program ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru (New Engine Economy) sekaligus senjata ampuh pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *