banner 728x250

Wanti-wanti Tekanan Inflasi di Awal Tahun, Pemerintah Guyur Bansos Beras Lagi di Februari-Maret

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

ABNnews – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) resmi merapatkan barisan guna mengawal inflasi di tahun 2026. Dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP), kedua pihak sepakat menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) agar tetap anteng di rentang sasaran 2,5±1%.

Langkah ini diambil sebagai komitmen bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung akselerasi target pertumbuhan nasional dan Asta Cita. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, harga pangan menjadi fokus utama.

“Terkait volatile food, terutama makanan, terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen. Pemerintah mendorong koordinasi daerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pasokan pangan seperti bawang merah, bawang putih, dan tentu saja beras,” ujar Airlangga usai memimpin HLM TPIP di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Tekanan di Kuartal I-2026 dan Gebrakan Bansos

Airlangga mewanti-wanti adanya potensi tekanan inflasi pada kuartal pertama tahun ini. Pasalnya, ada ancaman ketidakpastian global (imported inflation), faktor cuaca ekstrem, serta pola musiman menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Guna menjaga daya beli rakyat, pemerintah sudah menyiapkan “jurus” maut. Salah satunya adalah penyaluran bantuan pangan alias bansos beras dan minyak goreng.

“Pemerintah menyiapkan bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berada pada desil 1 sampai dengan 4, khusus di bulan Februari dan Maret 2026,” tegas Airlangga.

Banjir Diskon Tiket hingga Tarif Tol

Tak hanya bansos, kabar gembira juga datang bagi para calon pemudik. Menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus berupa diskon biaya perjalanan.

“Beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, hingga tarif jalan tol itu sudah dipersiapkan,” tambahnya.

Target Ketahanan Pangan & Digitalisasi

Sebagai strategi jangka panjang, pemerintah meluncurkan “Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera”. Selain itu, pada Juni 2026 mendatang, pemerintah berencana menggelar Rakornas Pengendalian Inflasi dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan serta perluasan digitalisasi keuangan di daerah.

Sekadar informasi, inflasi tahun 2025 tercatat sukses terjaga di angka 2,92% (yoy). Keberhasilan ini diklaim sebagai buah manis dari sinergi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah yang terukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *