ABNnews — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan peran strategis ekosistem halal nasional sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia, dalam dialog dan kolaborasi intensif dalam forum KADIN Sharia Economic Outlook 2026 yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, di Jakarta, Rabu (28/01).
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan yang akrab disapa Babe Haikal, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa halal bukan sekadar label, tetapi merupakan “growth economy engine” atau kekuatan pendorong pertumbuhan ekonomi, yang berkontribusi dalam memperluas peluang bisnis, meningkatkan daya saing produk, dan mengintegrasikan rantai nilai domestik dengan pasar global.
“Halal adalah kekuatan ekonomi masa depan yang mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan berkelanjutan. Ketika produk halal kita kompetitif di dalam negeri maupun di pasar internasional, ekonomi Indonesia akan bergerak lebih cepat dan inklusif,” ujar Kepala BPJPH dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (30/01).
Pernyataan ini sejalan dengan optimisme KADIN bahwa ekonomi syariah, termasuk sektor halal, memiliki peran signifikan dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia hingga 8 persen.
Forum menegaskan perlunya penguatan kolaborasi lintas sektor, percepatan sertifikasi halal, serta pemberdayaan UMKM untuk memperluas ekosistem halal nasional.
Forum dengan tema “Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness” ini menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha, organisasi industri, komunitas bisnis, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat sinergi mengakselerasi ekonomi syariah, termasuk industri halal, sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
***













