banner 728x250

BNN: Whip Pink Sangat Berbahaya, Merusak Saraf dan Menyebabkan Kematian

ABNNews –Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengimbau masyarakat jangan pernah mencoba mengonsumsi “gas tertawa” alias “Whip Pink” (N2O), yang kini marak diperbincangkan di media sosial.

Gas Tertawa diduga menjadi penyebab tewasnya salah satu selebgram.

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan penyalahgunaan gas tertawa untuk efek euforia sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen, kerusakan saraf permanen, hingga kematian

“Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia),” kata Suyudi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Secara hukum, kata Suyudi dikutip dari Antara, mengungkapkan di Indonesia hingga awal tahun 2026, gas tertawa belum diklasifikasikan sebagai narkotika atau psikotropika dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Gas dimaksud juga belum ada dalam daftar terbaru Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2025, yang menjadi acuan untuk penyesuaian jenis narkotika, termasuk memasukkan zat baru yang berpotensi menimbulkan ketergantungan.
Untuk itu, Kepala BNN menyebutkan peredaran Whip Pink di tanah air masih legal dan sulit ditindak secara pidana narkotika, meskipun dampaknya berbahaya.

Meski tak masuk UU Narkotika, Suyudi menyampaikan tren global menunjukkan pengetatan regulasi terhadap zat tersebut karena meningkatnya kasus penyalahgunaan di kalangan remaja.

“Di berbagai negara, N2O kini semakin ketat diatur dan bahkan diklasifikasikan sebagai zat terlarang (narkoba) jika digunakan untuk tujuan rekreasi,” ungkapnya.

Kepala BNN mengungkapkan gas tertawa dijual secara bebas di berbagai platform belanja daring dan media sosial dengan kedok alat pembuat krim kocok atau whipped cream dari dunia kuliner.

Dikatakan bahwa modus utama penyalahgunaan berupa penjualan tabung kecil berisi N2O (whippits) yang seharusnya untuk dispenser krim kocok, namun target pasarnya remaja atau individu yang mencari efek mabuk.

Dijual dengan nama yang menyamarkan fungsinya, sambung dia, Gas Tertawa sering muncul dengan sebutan Whip Pink di media sosial dan dikaitkan dengan tren gaya hidup tertentu.

“Selain tabung kecil (cartridge), N2O juga ditemukan dalam tabung lebih besar yang mempermudah penyalahgunaan secara berkelompok,” tutur Suyudi menambahkan.

Dia menjelaskan N20 disebut gas tertawa karena perilaku penyalahguna gas tersebut menyerupai perilaku senang dan bisa sampai tertawa. Padahal sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen, kerusakan saraf, hingga kematian.

27 Kg Sabu
Terpisah, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika skala besar dengan mengamankan barang bukti sabu dengan berat bruto 27,168 kilogram dan 5.000 butir psikotropika Happy Five (H5) di Kota Tangerang, Banten.

“Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua orang tersangka laki-laki berinisial D (36) dan S (45),” kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit) 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Nadzar Lendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *