banner 728x250

Kasus Es Gabus Viral, Bhabinkamtibmas Johar Baru Minta Maaf ke Pedagang

Anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa Johar Baru, Kemayoran menyampaikan permintaan maaf kepada pedagang es gabus bernama Sudrajat. (Foto: istimewa)

ABNnews — Anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, menyampaikan permintaan maaf kepada pedagang es gabus bernama Sudrajat, usai sempat menuduh menggunakan bahan spons.

“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” kata Aiptu Ikhwan dalam video yang dibagikan humas Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (27/01).

Ikhwan menjelaskan, tindakan yang ia lakukan bersama seorang anggota Babinsa merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang khawatir akan adanya dugaan peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka.

Sebagai petugas di lapangan, kata dia, pihaknya berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.

“Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya,” tutur Ikhwan. “Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya,” lanjutnya.

Meski demikian, Ikhwan mengakui bahwa dirinya telah bertindak terlalu cepat dengan menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang, yakni Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kedokteran kepolisian, maupun Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Ia tak menampik bahwa dirinya seharusnya melakukan proses klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat.

“Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Suderajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa kabar mengenai es gabus berbahan spons yang viral di media massa dapat memengaruhi usaha dan kehidupan Suderajat sebagai pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari hasil berjualan.

“Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami,” ungkap Ikhwan.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah,” jelasnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan es gabus yang belakangan ini viral di media sosial, aman, layak konsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Minggu (24/01).

Kepastian ini didapatkan setelah Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya memeriksa seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses dari pedagang.

Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/01) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci, yang berbahaya untuk dikonsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *