ABNnews — Di ujung utara Sulawesi, Pelabuhan Bitung berdiri tegak sebagai urat nadi utama yang menghubungkan mobilitas warga dan logistik ke jantung kawasan Timur Indonesia. Bagi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Bitung bukan sekadar pelabuhan biasa, melainkan simpul strategis pemerataan pembangunan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan posisi Bitung sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan barang antarpulau agar harga-harga tetap terjaga.
“Pelabuhan Bitung bukan hanya penghubung wilayah, tetapi juga gerbang utama menuju kawasan Timur Indonesia. Peran ini penting untuk memastikan mobilitas lancar sekaligus menjamin ketersediaan logistik bagi masyarakat,” ujar Heru dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Data Berbicara: Puluhan Ribu Penumpang dan Kendaraan Menyeberang
ASDP Cabang Bitung mencatat rapor hijau sepanjang tahun 2025. Jalur Bitung–Ternate dan Bitung–Tobelo menjadi primadona yang menggerakkan ekonomi.
Berdasarkan data periode Januari–Desember 2025, lintasan Bitung–Ternate sukses melayani 19.969 penumpang dan 15.707 unit kendaraan. Sementara rute Bitung–Tobelo mencatat angka 1.578 penumpang dan 2.600 kendaraan. Secara total, pelabuhan ini melayani 3 lintasan komersial dan 8 lintasan perintis dengan dukungan 6 armada kapal.
Cakalang, Tuna, Hingga Kelapa Mengalir Deras
General Manager ASDP Cabang Bitung, Sigit Purwanto, menjelaskan bahwa jalur ini merupakan “jalur pangan”. Hasil perikanan unggulan seperti cakalang dan tuna dari Bitung dikirim ke berbagai wilayah, sementara komoditas kelapa dari Ternate dan Tobelo mengalir lancar hingga ke Maluku dan Ambon.
“Kelancaran distribusi ini turut memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di pasar,” jelas Sigit.
Surga Wisata yang Makin Terjangkau
Tak melulu soal barang, kapal feri ASDP kini jadi pilihan utama pelancong. Jalur penyeberangan ini mempermudah akses ke destinasi hits, mulai dari Wisata Alam Batu Angus di Bitung, Pantai Sulamadaha di Ternate, hingga cantiknya Pantai Luari di Tobelo.
Dengan komitmen penguatan konektivitas, ASDP optimistis Pelabuhan Bitung akan terus menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah Timur Indonesia.













