banner 728x250

Longsor Maut Cisarua KBB: Badan Geologi Peringatkan Potensi Susulan, Warga Diminta Menjauh!

Foto dok Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

ABNnews – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan serius pascabencana longsor dahsyat yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1). Masyarakat diminta waspada penuh terhadap potensi longsor susulan yang masih mengintai.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa “biang kerok” utama dari bencana ini adalah curah hujan ekstrem yang memicu kegagalan lereng secara masif.

“Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, sehingga kekuatan geser tanah menurun dan terjadi kegagalan lereng,” ujar Lana di Bandung, Minggu (25/1/2026).

Tanah Lapuk dan Lereng Curam Jadi Ancaman

Bukan hanya soal hujan, kondisi “perut bumi” di Pasirlangu memang sudah rawan. Lana menjelaskan wilayah tersebut didominasi batuan gunung api tua yang sudah lapuk. Ditambah lagi dengan kemiringan lereng yang curam serta adanya rekahan sesar geologi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), Cisarua masuk dalam Zona Menengah. Artinya, tanah sangat mudah bergeser jika lerengnya “diganggu”, baik oleh aktivitas manusia seperti pemotongan bukit untuk rumah dan jalan, maupun oleh alam.

“Sistem drainase yang belum optimal di sana juga turut menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut,” tambahnya.

Tim Khusus Selidiki 30 Hektar Area Terdampak

Merespons situasi darurat ini, Badan Geologi langsung menerjunkan Tim Tanggap Darurat (TTD) yang terdiri dari 10 personel teknis dan non-teknis. Tim ini bertugas membedah penyebab pasti pergerakan tanah di area seluas 30 hektar tersebut.

Kepala PVMBG, Hadi Wijaya, menegaskan tim di lapangan akan memberikan rekomendasi teknis untuk mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Tim melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab bencana dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kondisi terkini,” jelas Hadi.

Peringatan: Jangan Evakuasi Saat Hujan!

Badan Geologi meminta dengan sangat agar warga yang tinggal di dekat lereng curam segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kewaspadaan harus ditingkatkan berkali-kali lipat, terutama saat dan setelah hujan deras.

Tak hanya untuk warga, Lana juga mewanti-wanti para petugas SAR yang sedang mencari korban hilang.

“Penanganan longsoran dan pencarian korban agar memperhatikan cuaca. Jangan dilakukan saat atau setelah hujan deras, karena daerah ini masih sangat berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas,” tegas Lana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *