ABNnews — Wakil Presiden, Gibran Rakabuming meminta mahasiswa menguasai teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan robotika, agar mampu bersaing di era transformasi global.
Hal tersebut disampaikannya dalam talkshow “Arah Baru Pembangunan Nasional” di Auditorium Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Jl. Diponegoro No. 52–60, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, Senin (26/01).
“Kita masih punya waktu untuk mengenalkan ini. AI, blockchain, robotik, ekonomi digital, kita ingin mengenalkan ini sedini mungkin, termasuk coding. Kita ingin anak-anak muda punya critical thinking, problem solving, dan berpikir komputasional,” ujar Wapres seperti dilansir dari antaranews, Senin.
Ia mengatakan bahwa penguatan infrastruktur digital menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku dalam transformasi digital.
“Kita harus perkuat infrastrukturnya, jangan lagi ada blank spot untuk 4G maupun 5G. Infrastruktur SDM juga harus kita tingkatkan. Karena itu kita gencar bicara AI dan blockchain. Kita punya bonus demografi luar biasa, itu aset yang harus dimanfaatkan,” katanya.
Wapres menambahkan, penerapan teknologi digital juga telah hadir dalam berbagai layanan publik. Saat ini, kata Gibran, untuk pelayanan publik sudah ada OSS (Online Single Sumbission), e-Katalog, dan segera disusul Cortex.
“Semuanya menggunakan teknologi terkini untuk mempermudah masyarakat. Sebenarnya AI ini sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kadang belum sadar saja,” katanya.
Wapres menambahkan, bahwa seluruh agenda pembangunan, mulai dari percepatan pembangunan Papua, penyelesaian IKN, hingga penguatan transformasi digital merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia negara yang maju, berdaulat, dan berkeadilan.













