banner 728x250

Menperin Ogah Investasi Cuma ‘Numpang Lewat’, Harus Ada Alih Teknologi!

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Kemenperin)

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pasang badan soal kualitas investasi yang masuk ke tanah air. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Indonesia kini tidak lagi sekadar mencari kucuran modal finansial, tapi menuntut adanya alih teknologi dan pengetahuan bagi industri lokal.

Agus menyebut arah kebijakan investasi Indonesia saat ini difokuskan untuk memperkuat struktur industri dari hulu ke hilir, termasuk melibatkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar bisa “nyemplung” ke rantai pasok global.

“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave (terisolasi),” tegas Agus Gumiwang dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Sejalan dengan Pidato Prabowo di Davos

Langkah tegas ini, menurut Menperin, sejalan dengan pesan maut yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Prabowo sebelumnya memamerkan Indonesia sebagai negara yang kredibel dan stabil bagi kemitraan global.

Salah satu senjata rahasia yang disinggung adalah pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia. Lembaga ini bakal jadi instrumen strategis untuk mempercepat industrialisasi dan membuka ruang kolaborasi jangka panjang dengan investor kakap dunia.

“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Kami menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal, tapi juga pengembangan nilai tambah,” jelas Agus.

IKM Harus Naik Kelas

Tak cuma industri besar, Kemenperin juga bakal memanjakan IKM melalui berbagai insentif berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Harapannya, IKM bisa menjadi penyokong utama rantai pasok industri raksasa.

Selain itu, setiap investasi baru wajib membawa dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya vokasi, untuk meningkatkan skill SDM industri Indonesia.

“Sesuai dengan Asta Cita pemerintah, kolaborasi global ini akan membuka peluang investasi berskala besar untuk industrialisasi dan pembangunan manusia Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *