ABNnews — PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) terus memperlihatkan komitmennya dalam mendorong transformasi mobilitas perkotaan melalui kontribusi signifikan dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 2A.
Melalui kemitraan strategis dengan Larsen & Toubro Limited, CP205 (Railway Systems dan Track Work) berhasil mencapai progres 31,48% dengan nilai proyek Rp409 miliar per Desember 2025, jauh melampaui target awal sebesar 24,21%.
Progres ini menjadi momentum penting di tengah fokus pemerintah untuk mengatasi kemacetan Jakarta yang mengakibatkan kerugian ekonomi mencapai Rp100 triliun per tahun di kawasan Jabodetabek.
Proyek MRT Fase 2A secara keseluruhan telah mencapai progres 55,89% per Desember 2025, melampaui target periode 53,29%, dengan target penyelesaian keseluruhan fase pada 2029.
“Progres percepatan ini mencerminkan komitmen kami dalam mewujudkan solusi transportasi umum yang berkelanjutan dan mampu mengatasi tantangan kemacetan ibu kota,” ungkap Yushadi, Sekretaris Perusahaan WIKA Beton.
Dalam proyek ini, WIKA Beton menangani pekerjaan komprehensif yang mencakup penyediaan bantalan jalan rel (BJR), produksi beton siap pakai (ready-mix), instalasi jalur lintasan kereta, pemasangan gardu induk dan sistem kelistrikan, implementasi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta instalasi kabel tegangan tinggi 150 kV bawah tanah untuk distribusi daya ke seluruh sistem MRT.
Pembangunan MRT Fase 2A menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang 5,8 kilometer dengan tujuh stasiun bawah tanah yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Fase 2A dibagi menjadi dua segmen, segmen pertama Bundaran HI–Harmoni ditargetkan selesai pada 2027, sedangkan segmen kedua Harmoni–Kota ditargetkan rampung pada 2029.
Kontribusi WIKA Beton dalam proyek strategis ini sejalan dengan respons positif masyarakat terhadap layanan transportasi massal di Jakarta.
Sepanjang 2025, MRT Jakarta melayani 33,4 juta penumpang dengan rata-rata 143.000 penumpang per hari pada periode puncak, sebuah pertumbuhan yang menegaskan urgensi pengembangan infrastruktur transportasi beremisi rendah.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa pada 2026 pihaknya menargetkan peningkatan penumpang harian menjadi 137.000 orang per hari atau mendekati 50 juta pelanggan per tahun.
Target ini diperkuat dengan rencana operasional rute Bundaran HI–Monas akan beroperasi pada 2027, dilanjutkan rute Harmoni–Kota pada 2029.
Kolaborasi WIKA Beton dan Larsen & Toubro Limited dalam menangani Paket CP205 juga merefleksikan komitmen perseroan terhadap pilar Environmental, Social, and Governance (ESG).
Upaya mendukung pengembangan transportasi publik rendah emisi ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan dan berkontribusi aktif pada kemajuan infrastruktur nasional.
Dengan momentum akselerasi ini, WIKA Beton memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam transformasi mobilitas perkotaan, tidak hanya melalui penyediaan material konstruksi berkualitas tinggi, tetapi juga melalui komitmen nyata dalam mengatasi tantangan transportasi yang dihadapi Ibu Kota Indonesia.
***













