ABNnews – Industri alas kaki alias sepatu nasional lagi “on fire”! Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sektor padat karya ini justru sukses mencatatkan angka ekspor yang fantastis hingga mencapai USD 7,28 miliar atau setara Rp 113,8 triliun (asumsi kurs Rp 15.635/USD) sepanjang tahun 2024.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut capaian ini merupakan bukti resiliensi atau ketahanan industri sepatu dalam negeri yang tumbuh signifikan sebesar 13,13%.
“Ini mencerminkan daya saing yang kuat dan tetap terjaga di pasar global,” ungkap Airlangga saat hadir secara virtual di Munas ke-XI Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Rabu (21/1/2026).
AS Kasih ‘Kado’ Pahit: Tarif 19%
Meski ekspor lagi cuan gede, Airlangga mewanti-wanti adanya tantangan berat yang datang dari Negeri Paman Sam. Amerika Serikat (AS) kini memberlakukan kebijakan tarif resiprokal sebesar 19% bagi produk yang masuk ke pasar mereka.
Tentu ini jadi “kado” pahit bagi produsen lokal. Untuk melawannya, Pemerintah Indonesia kini tengah mengebut implementasi perjanjian dagang IEU-CEPA agar pasar tetap terbuka lebar dan kompetitif.
“Tahun ini kita persiapkan agar implementasi IEU-CEPA bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” tegas Airlangga.
Investor Asing ‘Jatuh Hati’, Pajak Buruh Ditanggung Negara
Kabar baiknya, investor asing justru makin “cinta” dengan sektor sepatu RI. Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tembus USD 859 juta di 2024, dan baru masuk semester I-2025 saja sudah menyentuh angka USD 803 juta.
Bukan cuma soal investasi, Pemerintah juga mengguyur berbagai stimulus untuk menjaga industri yang menyerap 921 ribu tenaga kerja ini, antara lain:
* Pajak Buruh Gratis: Kebijakan PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) berdasarkan PMK Nomor 10 Tahun 2025.
* Modal Murah: Penyediaan Kredit Investasi Padat Karya.
* Rem Impor: Pengaturan impor barang konsumsi lewat Permendag 23/2025 untuk melindungi pasar lokal.
37 Tahun APRISINDO Kawal Ekonomi
Menko Airlangga pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada APRISINDO yang sudah 37 tahun menjadi mitra strategis pemerintah. Munas XI ini diharapkan menjadi momentum transformasi agar Indonesia tidak hanya bertahan, tapi jadi pemimpin pasar sepatu dunia.
“Munas XI ini menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah nyata dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan nasional,” pungkasnya.













