banner 728x250

Misteri Smartwatch Kopilot ATR 42-500: Masih ‘Berjalan’ 4.000 Langkah Usai Pesawat Jatuh!

Pilot pesawat ATR Farhan Gunawan (Foto: Istimewa)

ABNnews – Sebuah fakta mengejutkan mencuat di tengah proses evakuasi pesawat ATR 42-500 yang menabrak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Smartwatch milik kopilot Farhan Gunawan dilaporkan masih aktif dan mencatat pergerakan langkah kaki hingga Minggu (18/1/2026), sehari setelah kecelakaan maut itu terjadi.

Data pergerakan ini terungkap setelah Tim SAR menemukan ponsel milik Farhan di area hutan lokasi jatuhnya pesawat. Karena ponsel dan jam tangan pintar tersebut saling terhubung, keluarga bisa melihat aktivitas kesehatan yang terekam.

Terekam 4.000 Langkah hingga Tengah Malam

Dian, kakak dari kekasih Farhan, membeberkan bukti data pergerakan yang membuat pihak keluarga berharap adanya keajaiban. Menurutnya, ada penambahan jumlah langkah kaki yang signifikan pada hari Minggu.

“Pesawat jatuh tanggal 17, tanggal 18 HP Farhan ditemukan di hutan. HP itu terhubung dengan smartwatch-nya. Langkah kakinya itu dari pagi sampai malam terus bertambah,” ujar Dian, Senin (19/1/2026).

Tak main-main, data menunjukkan adanya pergerakan sejauh kurang lebih 4.000 langkah selama empat jam. Rekaman aktivitas tersebut terlihat pada pukul 18.00 WITA dan tetap bertambah hingga pukul 22.00 WITA.

“Ini hari ketiga di hutan. Kami mohon bantuan agar tim SAR dan helikopter ditambah,” harapnya dengan cemas.

Basarnas: Kami Kumpulkan Semua Petunjuk

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menanggapi temuan tersebut dengan hati-hati. Ia menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai kondisi korban hanya berdasarkan data perangkat elektronik tersebut.

“Fokus kita saat ini adalah pencarian terhadap korban. Semua temuan di lapangan akan kami kumpulkan dan inventarisir sebagai petunjuk,” tegas Syafii. Menurutnya, setiap benda yang ditemukan akan menjadi pendukung proses pencarian tanpa menarik kesimpulan prematur.

Tangis Pilu Sang Ibu di RS

Sementara pencarian di gunung terus berpacu dengan waktu, kondisi memprihatinkan menyelimuti keluarga korban. Ibunda Farhan dilaporkan syok berat hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Dody Sardjoto, Makassar.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang menjenguk sang ibu pada Senin (19/1), disambut dengan tangis histeris. Ibunda Farhan memohon agar pencarian anaknya dimaksimalkan.

“Pak Haji anakku. Bantuka Pak Haji cari anakku. Masih muda anakku Pak Haji,” rintihnya pilu.

Bupati Irwan pun mencoba menguatkan dan meyakinkan bahwa seluruh tim gabungan sudah bekerja maksimal di lapangan untuk menemukan Farhan dan seluruh penumpang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *