ABNnews – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat rapor hijau di sepanjang tahun 2025. Jumlah arus peti kemas yang melewati seluruh terminal di bawah kelolaan mereka tembus hingga 13,34 juta TEUs.
Angka fantastis ini didominasi oleh peti kemas dalam negeri (domestik) sebesar 8,94 juta TEUs, sementara peti kemas luar negeri (internasional) menyumbang 4,4 juta TEUs.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengungkapkan arus peti kemas tahun 2025 tumbuh 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 12,48 juta TEUs.
“Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan dan pengiriman barang menggunakan peti kemas. Kunjungan kapal di beberapa terminal juga meningkat, berbanding lurus dengan pertumbuhan komoditas di tiap daerah,” ujar Widyaswendra dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Semen di Jambi hingga Tambang di Halmahera
Uniknya, pertumbuhan arus logistik ini menjadi cerminan geliat ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Berikut beberapa titik yang mencatat kenaikan signifikan:
* TPK Jambi: Arus peti kemas melonjak berkat tingginya permintaan semen untuk pembangunan properti.
* TPK Ternate: Tumbuh pesat didorong pengiriman keperluan tambang di Halmahera.
* TPK Merauke: Meningkat seiring jalannya Program Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Papua Selatan.
* Terminal Teluk Lamong: Mencatat rekor pertumbuhan internasional hingga 25 persen, berkat adanya 5 rute pelayaran (service) baru.
Arus Internasional Melejit 10 Persen
Tak hanya di dalam negeri, performa peti kemas luar negeri juga tampil gemilang. Tercatat ada kenaikan 10,28 persen untuk arus internasional, dari 3,99 juta TEUs di 2024 menjadi 4,40 juta TEUs pada 2025.
Peningkatan ekspor-impor ini terlihat jelas di TPK Semarang yang melayani pengiriman barang ke negara-negara raksasa ekonomi dunia.
“Arus internasional meningkat karena adanya lonjakan pengiriman barang ke Korea, Amerika Serikat, Jepang, hingga China melalui TPK Semarang,” tutup Widyaswendra.













