banner 728x250

Bukan Karena Mesin Rusak? KNKT Bongkar Detik-detik Pesawat ATR Hantam Lereng Bulusaraung!

Penampakan serpihan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Puncak Bulusaraung. (Dok. Istimewa)

ABNnews – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya mengungkap temuan awal terkait jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan (Sulsel). KNKT menyebut insiden maut di kawasan Gunung Bulusaraung tersebut masuk dalam kategori kecelakaan Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa pesawat tersebut menghantam lereng gunung hingga hancur menjadi beberapa bagian. Benturan keras dengan kontur pegunungan itulah yang memicu banyaknya serpihan di lokasi kejadian.

“Kejadian ini kita namakan CFIT, controlled flight into terrain. Jadi memang pesawat nabrak bukit atau lereng (gunung) sehingga terjadi beberapa pecahan, serpihan, akibat benturan dengan lereng tadi,” ujar Soerjanto dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).

Pesawat Masih Dalam Kendali Pilot

Fakta mengejutkan diungkap Soerjanto terkait kondisi pesawat sesaat sebelum kejadian. Ia menyebutkan bahwa pesawat diduga kuat tidak mengalami kerusakan mesin ataupun gangguan kendali. Pesawat disebut masih di bawah kontrol penuh sang pilot hingga akhirnya menghantam lereng.

“Jadi memang kita mengkategorikan sebagai CFIT, jadi pesawatnya bisa dikontrol oleh penerbangnya, tapi menabrak bukan sengaja,” kata Soerjanto.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa secara teknis kendali pesawat tidak bermasalah. “Pesawatnya masih dalam kontrol oleh pilotnya, ya memang tidak ada masalah untuk kendali dari pesawatnya, istilahnya CFIT tadi,” sambungnya.

Serpihan di Ketinggian 1.300 MDPL

Hingga kini, KNKT masih mendalami pemicu utama mengapa pesawat tersebut bisa mengarah ke lereng gunung meski dalam kondisi dapat dikendalikan. Tim SAR sebelumnya telah menemukan koordinat jatuhnya pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Bukan di lokasi landai, puing-puing pesawat tersebut ditemukan di area yang cukup terjal.

“Serpihan pesawat ditemukan pada ketinggian sekitar 1.300 meter dari permukaan laut (MDPL),” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *