banner 728x250

Personel Brimob Polda Aceh Disersi, Nekat Gabung Pasukan Rusia di Garis Depan Ukraina

Ilustrasi Brimob (kumparan)

ABNnews – Kabar mengejutkan datang dari korps Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh. Seorang personelnya, Bripda Muhammad Rio, dilaporkan melakukan disersi atau kabur dari tugas demi bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia yang tengah berperang melawan Ukraina.

Tak sekadar kabar burung, Rio dikabarkan sudah berada di garis depan pertempuran. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, membenarkan bahwa Rio telah meninggalkan tugas tanpa izin resmi pimpinan.

“Bripda Muhammad Rio ini merupakan personel Satbrimob Polda Aceh yang meninggalkan dinas tanpa keterangan jelas,” ujar Joko dikutip cnnindonesia.com, Sabtu (17/1/2026).

Punya Rekam Jejak Pelanggaran: Dari Nikah Siri hingga Demosi

Joko mengungkapkan, Rio memang memiliki catatan merah di kepolisian. Sebelum kabur ke luar negeri, ia pernah disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terkait kasus perselingkuhan hingga menikah siri pada Mei 2025.

Akibatnya, ia dijatuhi sanksi mutasi demosi selama dua tahun ke Yanma Brimob. Namun, sejak 8 Desember 2025, Rio justru menghilang tanpa kabar dan tidak pernah masuk kantor lagi.

Kirim Bukti Lewat WhatsApp: Jadi Tentara Bayaran

Setelah dicari ke rumah orang tua hingga dilayangkan dua kali surat panggilan, Rio secara mengejutkan mengirimkan pesan WhatsApp kepada rekan-rekannya di Satbrimob Polda Aceh pada 7 Januari 2026.

Pesan tersebut berisi foto dan video yang menunjukkan dirinya sudah mengenakan seragam dan bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia. Data paspor menunjukkan Rio terbang dari Soekarno-Hatta menuju Shanghai dan Haikou pada pertengahan Desember 2025.

Resmi Dipecat Tidak Dengan Hormat (PTDH)

Polda Aceh tidak tinggal diam. Setelah menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO), kepolisian langsung menggelar sidang etik secara in absentia (tanpa kehadiran pelaku).

“Putusan sidang berupa sanksi administratif Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegas Joko. Secara total, Rio telah tiga kali menjalani sidang etik sebelum akhirnya resmi dipecat dari Polri.

Kejadian ini menambah daftar warga negara Indonesia yang terlibat dalam konflik Rusia-Ukraina, setelah sebelumnya seorang mantan marinir TNI AL, Satria Kumbara, juga dilaporkan bergabung dengan Rusia dan terluka parah akibat serangan drone Ukraina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *