ABNnews – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bergerak cepat menanggapi isu panas dugaan kebocoran data pengguna Instagram. Pemerintah secara resmi telah memanggil pihak Meta selaku pengelola layanan untuk dimintai klarifikasi terkait keamanan data masyarakat Indonesia.
Pertemuan tersebut digelar pada 14 Januari 2026. Fokus utama pemanggilan ini adalah untuk menjawab keresahan publik terkait kabar miring mengenai proses reset kata sandi (password) yang disebut-sebut menjadi pintu masuk kebocoran data.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan penjelasan dari pihak Meta. Menurutnya, Meta mengklaim mekanisme reset password berjalan secara internal dan aman.
“Meta menjelaskan proses reset kata sandi merupakan mekanisme internal yang berjalan melalui sistem resmi Instagram dan tidak membuka akses kata sandi kepada pihak lain,” ujar Alexander dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Meta Masih Investigasi, Tak Ada Indikasi ‘Password’ Dijebol
Terkait laporan pihak ketiga yang mengeklaim adanya kebocoran data, Instagram mengaku masih melakukan investigasi mendalam. Pihak pemerintah sendiri belum menemukan bukti adanya penyusupan oleh pihak luar.
“Tidak ada password pengguna yang dapat diakses atau diperoleh oleh pihak mana pun selain oleh pemilik akun itu sendiri, serta tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan fitur reset password untuk pengambilan data oleh pihak eksternal,” tegas Alexander.
Meski demikian, Alexander menyebut proses pendalaman masih terus berlangsung. Hasil dari investigasi ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi lanjutan bagi pemerintah.
Komitmen Lindungi Data Pribadi
Langkah tegas memanggil raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019. Alexander menegaskan bahwa negara tidak akan main-main dalam urusan keamanan siber.
“Pemanggilan terhadap Meta terkait isu ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam melindungi data pribadi masyarakat dan menjaga keamanan ruang digital nasional,” tambahnya.
Komdigi pun meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah termakan informasi yang belum jelas kebenarannya. Namun, pengguna tetap diminta waspada dan rutin memperbarui sistem keamanan akun digital masing-masing agar tidak menjadi korban kejahatan siber.













