banner 728x250

Jalur KA Kendal Terendam Banjir, 18 Kereta Antarkota Molor Sampai 2,5 Jam!

Foto dok KAI

ABNnews – Kabar kurang sedap bagi pelanggan kereta api lintas utara. Jalur Pantura Jawa Tengah, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri, Kabupaten Kendal, sempat lumpuh akibat terendam banjir pada Kamis (15/1/2026) malam.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya perjalanan ini. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa luapan air dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti.

Kondisi jalur dilaporkan cukup parah karena air merendam hingga batas kepala rel dan menimbulkan gogosan (pengikisan tanah di bawah rel). Alhasil, kereta dari arah barat menuju timur maupun sebaliknya terpaksa dihentikan sementara.

“Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan. Keselamatan pelanggan dan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama,” ujar Anne dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Kecepatan Dibatasi 40 Km per Jam

Petugas KAI langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Seiring dengan hujan yang mulai reda, jalur Kaliwungu-Kalibodri sebenarnya sudah mulai bisa dilintasi kembali sejak Jumat dini hari.

Namun, penumpang diminta bersabar karena kereta belum bisa melaju normal. Hingga saat ini, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 40 km per jam di titik tersebut sembari menunggu perbaikan prasarana tuntas seratus persen.

18 Perjalanan Kereta Terdampak

Imbas dari genangan air dan antrean perjalanan ini, sebanyak 18 kereta api (KA) penumpang antarkota mengalami keterlambatan. Durasi keterlambatan pun bervariasi, mulai dari 8 menit hingga yang paling parah mencapai 2,5 jam.

“Saat ini, perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah berangsur kembali normal. Petugas tetap melakukan pemantauan dan perbaikan lanjutan agar layanan dapat berjalan lancar,” tambah Anne.

KAI berterima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan selama proses penanganan berlangsung di tengah cuaca ekstrem yang melanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *