ABNnews — Teka-teki kenapa Yaqut Cholil Qoumas mangkir dari panggilan Panitia Khusus Hak Angket atau Pansus Haji DPR RI, pada Desember 2024 lalu, akhirnya terjawab.
Yaqut yang menjabat sebagai Menteri Agama pada waktu itu, tidak menghadiri Pansus yang digelar oleh DPR RI tersebut karena berangkat untuk menghadiri acara Konfreresi Perdamaian Paris Prancis pada 23 September 2024.
Hal itu diungkap Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi melalui video podcast @AkbarFaizalUncensored, Kamis (15/01). Ia mengaku sempat mendatangi Yaqut saat muncul adanya Pansus Haji DPR. Islah bertanya langsung ke mantan Menteri Agama tersebut.
“Saya datang ke Gus Yaqut, karena saya lihat Gus Yaqut berat banget datang ke Pansus. Gus kenapa anda tidak datang ke Pansus,” tanya Islah ke Yaqut.
Saat itu, lanjut Islah, Yaqut menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya ingin datang langsung ke Pansus untuk menyampaikan terkait kuota haji yang saat ini dipermasalahan, dan menjeratnya atas dugaan kasus korupsi
Islah mengatakan bahwa Pansus merupakan kesempatan bagi Yaqut untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dalam penetapan kuota haji. “Kan itu adalah media sampeyan, kesempatan sampeyan untuk menceritakan semua,” kata Islah.
Islah melanjutkan, di saat yang bersamaan dengan jadwal Pansus, ada Konferensi Perdamaian yang berlangsung di Paris, Prancis. Seharusnya Konferensi Perdamaian dihadiri oleh Menteri Pertahanan yang saat di jabat oleh Prabowo Subianto.
Dalam konfrensi tersebut, Presiden Indonesia yang di jabat oleh Joko Widodo (Jokowi) juga mendapatkan undangan, namun Jokowi memberikan kesempatan kepada Probowo untuk mewakilinya.
Akan tetapi, kata Islah, saat Yaqut mendatangi Jokowi untuk menyampaikan jika dirinya akan menghadiri Pansus, semuanya berubah.
“Pak apakah saya akan datang ke Pansus yang di DPR, tapi saya akan bercerita tentang apapun sepanjang yang saya alami dan sejujur-jujurnya,” ungkap Islah menirukan apa yang disampaikan oleh Yaqut ke Jokowi.
Menurut Islah, setelah Yaqut menyampaikan hal itu, kemudian Jokowi membuat surat reposisi dari Prabowo dipindah ke Yaqut selaku Menteri Agama yang akan mewakili Presiden ke acara Konfrensi Perdamaian di Prancis. “Itu supaya Gus Yaqut tidak datang ke Pansus, itu perintah Jokowi,” terang Islah.
Islah sendiri menyampaikan bahwa Yaqut juga tidak mengetahui alasan kenapa menggantikan Prabowo ke acara konfrensi tersebut. “Gus Yaqut memilih mengikuti arahan Presiden Jokowi, untuk datang ke Prancis mengikuti konferensi perdamaian dunia.”
Dalam podcast tersebut, Islah juga menyampaikan bahwa seharusnya Yaqut memilih datang ke Pansus karena ini kesempatannya untuk menyampaikan alasan memilih kuato haji 50:50.
“Saya sudah tanya ke Pansus, lawan saya ada dua, Pansus dan Presiden,” ungkap Islah kembali menyampaikan penjelasan dari Yaqut.
“Kalau saya datang musuh saya Presiden, akhirnya saya memilih untuk memenuhi perintah Presiden dan datang ke Prancis,” kata Islah.













