banner 728x250

Bahlil Targetkan RI Stop Impor Solar Mulai Pertengahan 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

ABNnews – Pemerintah tancap gas memperkuat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Lewat mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, Indonesia kini punya peluang besar untuk benar-benar lepas dari ketergantungan impor BBM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pengoperasian RDMP Balikpapan bakal jadi titik balik kedaulatan energi RI. Targetnya nggak main-main: impor solar dihentikan total!

“Insyaallah begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya mulai tahun ini, impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi dengan tidak lagi mengandalkan impor,” tegas Bahlil saat ditemui sebelum peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Hitung-hitungan Bahlil: Solar Melimpah, Impor Lewat!

Bahlil membeberkan kalkulasi di balik optimisme tersebut. Saat ini, kebutuhan solar nasional mencapai 39,8 juta kiloliter (kl) per tahun. Berkat program B40, pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sudah menyumbang 15,9 juta kl. Artinya, sisa kebutuhan solar murni (B0) tinggal 23,9 juta kl.

Dengan produksi nasional yang sudah menyentuh 26,5 juta kl per tahun, pemerintah berani pasang target tinggi. “Target kita penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 maupun CN 51,” ungkapnya.

Bagaimana dengan Nasib Bensin (Gasoline)?

Nggak cuma solar, nasib impor bensin juga bakal ditekan habis-habisan. Bahlil menyebut kebutuhan bensin nasional berada di angka 38,5 juta kl per tahun.

Lewat ‘sakti’-nya RDMP Kilang Balikpapan, produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 bisa digenjot hingga 5,8 juta kl per tahun. Alhasil, impor bensin sekelas RON 92 (Pertamax), RON 95, dan RON 98 (Pertamax Turbo) bisa dipangkas sampai 3,6 juta kl per tahun.

“Ke depan, melalui penerapan E10 kita dapat menghemat impor hingga 3,9 juta kl per tahun. Kita bisa stop impor bensin RON 92, 95, dan 98 serta mengurangi impor RON 90,” tambah eks Kepala BKPM tersebut.

Dapur Raksasa: Kapasitas Naik ke 360 Ribu Barel!

RDMP Balikpapan bukan proyek kaleng-kaleng. Jantung kilang ini, yaitu Crude Distillation Unit (CDU), kapasitasnya melonjak drastis dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel minyak per hari. Ada juga unit RFCC yang bertugas menyulap residu menjadi produk bernilai tinggi.

Kualitasnya? Jangan ditanya. Bahlil menjamin hasilnya setara dengan standar Euro 5 yang jauh lebih ramah lingkungan.
Untuk mendukung distribusi, proyek ini sudah terintegrasi dengan dua tangki raksasa di Lawe-lawe berkapasitas 2 juta barel dan Terminal BBM Tanjung Batu yang siap melayani kebutuhan energi di wilayah Indonesia Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *